
Modus Kalimat Imperatif Bahasa Makassar Masyarakat Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa
Author(s) -
Muhammad Dahlan,
Asis Nojeng
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal onoma : pendidikan, bahasa, dan sastra/jurnal onoma
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2715-4564
pISSN - 2443-3667
DOI - 10.30605/onoma.v7i2.1338
Subject(s) - humanities , chemistry , philosophy
Penelitian ini berguna untuk mengetahui bagaimana pemakaian modus kalimat imperatif Bahasa Makassar masyarakat Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa, Dalam penelitian ini analisis yang dipakai ialah metode Penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisisi. tempat pelaksanaan Penelitian di Desa Bontomanai Ksecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Fokus penelitian ini ialah modus kalimat imperatif yang dipakai masyarakat desa. Objek penelitian ini ialah masyarakat Desa Bontomanai. Instrumen dalam penelitian ini ialah peneliti sendiri yang dibantu dengan tabel analisis kerja yaitu tabel jenis-jenis modus kalimat imperatif serta hubungan subjek serta predikat yang membentuk modus kalimat tersebut. Data yang diperoleh berupa jenis-jenis modus kalimat imperatif yang terdapat pada masyarakat Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 102 kalimat atau klausa yang mengandung modus kalimat imperatif. Data yang ditemukan antara lain, modus imperatif taktransitif atau intransitif sebanyak 11 kalimat atau klausa (10.78%), modus imperatif transitif sebanyak 12 kalimat atau klausa (11.76%), modus imperatif permintaan sebanyak 21 kalimat atau klausa (20.50%), modus imperatif larangan sebanyak 28 kalimat atau klausa (27.45%), modus imperatif halus sebanyak 12 kalimat atau klausa (11.76%), modus imperatif pembiaran sebanyak 4 kalimat atau klausa (3.92%), serta modus imperatif ajakan serta harapan sebanyak 14 kalimat atau klausa (13.72%). Berdasarkan data-data tersebut, dapat dikatakan bahwa pada Modus Kalimat Imperatif Bahasa Makassar Masyarakat Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yang dijadikan objek penelitian, masyarakat sering menggunakan modus kalimat imperatif larangan, serta pada dasarnya sejalan dengan keadaan sekarang dimasa pandemi ini dimana kegiatan masyarakat sangat dibatasi dikarenakan pandemi covid 19.
Kata kunci: