
TEKNIK PEMBIUSAN MENGGUNAKAN SUHU RENDAH PADA SISTEM KERING TERHADAP IKAN TENGADAK (Barbonemus schwanenfeldii)
Author(s) -
Victorius Bagus Hermawan,
Eka Indah Raharjo,
Hastiadi Hasan
Publication year - 2013
Publication title -
jurnal ruaya: jurnal penelitian dan kajian ilmu perikanan dan kelautan/jurnal ruaya
Language(s) - Bosnian
Resource type - Journals
eISSN - 2541-3155
pISSN - 2338-1833
DOI - 10.29406/rya.v2i2.266
Subject(s) - physics
Transportasi ikan hidup merupakan suatu metode pengangkutan ikan dalam kondisi hidup dengan kemasan dan cara tertentu. transportasi ikan hidup sistem kering merupakan hal yang baru, Pada transportasi ikan hidup sistem kering perlu dilakukan proses pemingsanan terlebih dahulu. Pengunaan suhu rendah dapat mengurangi stress, mengurangi kecepatan metabolisme dan konsumsi oksigen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu pembiusan optimum secara langsung terhadap tingkat kelulusan hidup ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) dalam transportasi tanpa media air (sistem kering). Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu suhu 7oC–8oC, 9oC–10oC, 11oC–12oC, 13oC–14oC dengan 3 ulangan. Sebagai unit percobaan calon induk tengadak selama proses penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masa induksi suhu tercepat untuk memingsankan ikan tengadak adalah 7oC–8oC dengan waktu 119 detik. untuk kelangsungan hidup yang paling lama pada suhu 13oC–14oC selama 6 jam. Suhu yang optimum untuk pengangkutan ikan tengadak calon induk adalah suhu 13oC–14oC.Kata kunci : pembiusan, suhu rendah, sistem kering, tengadak