
PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN KAMAR DELUXE PADA HOTEL ASTON KOTA PONTIANAK
Author(s) -
. Karidan
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal produktivitas
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
eISSN - 2621-5098
pISSN - 2355-1038
DOI - 10.29406/jpr.v4i1.794
Subject(s) - humanities , marketing communication , psychology , business administration , mathematics , business , art , advertising
Experiential Marketing merupakan salah satu kegiatan marketing yang biasa dilakukan oleh para pebisnis untuk menarik konsumen melalui sisi emosional mereka. Tujuan dari experiential marketing adalah untuk membangun hubungan yang baik dengan konsumen melalui 5 aspek yaitu panca indra (sense), perasaan (feel), cara berpikir (think), kebiasaan (act) dan relasi (relate). Kegiatan experiential marketing ini telah banyak dilakukan oleh para pebisnis, salah satunya adalah usaha di bidang perhotelan. Para pebisnis yang terjun dalam usaha ini saling berlomba-lomba untuk memberikan kepuasan bagi konsumen dan mempertahankan loyalitas konsumen dengan menawarkan berbagai produk yang menarik, berkualitas dengan harga yang bersaing dengan kompetitor, serta memberikan suasana hotel yang berbeda dengan suasana hotel yang lainnya.Penelitian ini menggunakan metode survei, yakni teknik riset di mana informasi dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan yang pernah menginap di kamar deluxe pada Hotel Aston Kota Pontianak. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan teknik accidental sampling, sampel sebanyak 100 orang yang akan digunakan sebagai sampel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji korelasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows untuk mempermudah dalam mengolah dan menginterpretasi hasil penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Persamaan regresi linier sederhana adalah Y= 2,147 + 0,143, koefisien kolerasi sebesar 0,435. Nilai ini dapat diinterpretasikan bahwa hubungan kedua variabel penelitian berada pada kategori cukup kuat, koefisien determinan R2 sebesar 18,9%, artinya variabel loyalitas pelanggan (y) dapat dipengaruhi oleh variabel Experiential Marketing. Sedangkan sisanya yaitu 81,1% (100%-18,9%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diketahui dan tidak termasuk dalam penelitian ini dan uji korelasi untuk pengaruh Experiantial Marketing terhadap loyalitas pelanggan adalah 4,780. Artinya hubungan antara Experiantial Marketing dengan loyalitas pelanggan cukup dan se arah, sehingga apabila Experiantial Marketing mengalami kenaikan akan diikuti naiknya loyalitas pelanggan.Kata kunci: Experiential Marketing, Loyalitas Pelanggan, Hotel Aston