
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Jual Beli Photocard pada Album Kpop
Author(s) -
Selvira Eka Suci,
Asep Ramdan Hidayat,
Yayat Hidayat
Publication year - 2022
Publication title -
sharia economic law
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2828-2264
DOI - 10.29313/bcssel.v2i1.1319
Subject(s) - entertainment , advertising , business , art , visual arts
. The development of technology is increasingly advanced, making it easier for people to find and get information from outside, especially online media. The rapid development of online media makes it easier for people to get new lessons about foreign cultures, which indirectly affects people as online media users. The outside culture that quite influences teenagers includes South Korea through its entertainment industry from the field of music or better known as kpop or Korean Pop. As a form of support for the preferred group, fans are usually willing to do many things, one of which is buying albums and collecting photocards. Based on this phenomenon, the problems that can be formulated are as follows: (1) the practice of buying and selling kpop album photocards" (2) "How is the fiqh muamalah review of the practice of buying and selling kpop album photocards" in which there is a random photocard which is suspected to have elements gharar in it. Researchers used qualitative research methods using a research approach with empirical methods. The type of research data used by the author is field data (field). The data sources are primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques used are observation, interviews, and literature study. As well as data analysis techniques by directly reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this study are categorized as buying and selling which contains elements of gharar, but including gharar al-yasir (light gharar) because this sale and purchase does not cause many disputes between the two parties to the contract so that its existence can be accepted.
Abstrak. Perkembangan teknologi semakin maju, mempermudah masyarakat untuk mencari dan mendapatkan informasi-informasi dari luar khususnya media online. Berkembang pesatnya media online mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelajaran baru mengenai budaya luar, yang secara tidak langsung mempengaruhi masyarakat sebagai pengguna media online. Budaya luar yang cukup mempengaruhi remaja diantaranya adalah Korea Selatan melalui industri hiburannya dari bidang musik atau lebih dikenal dengan kpop atau Korean Pop. Sebagai bentuk dukungan kepada group/kelompok yang disukai biasanya para penggemar rela melakukan banyak hal salah satunya dengan membeli album serta mengoleksinya photocard. Berdasarkan fenomena tersebut maka permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) praktik jual beli photocard album kpop” (2) “Bagaimana tinjauan fikih muamalah terhadap praktik jual beli photocard album kpop” yang di dalamnya terdapat photocard random/acak yang di duga terdapat unsur gharar didalamnya. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian dengan metode empiris. Jenis data penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu data lapangan (field). Sumber data yaitu dengan sumber data primer dan sumebr data sekunder. Teknik pengumulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Serta teknik analisis data dengan langsung mereduksi data, penyajian data dan penarikan keismpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu dikategorikan pada jual beli yang mengandung unsur gharar, namun termasuk kepada gharar al-yasir (gharar ringan) karena jual beli ini tidak menimbulkan banyak perselisihan di antara kedua belah pihak yang berakad sehingga dapat diterima keberadaannya.