
MASJID SEBAGAI PUSAT PERLAWANAN TERHADAP KOLONIALISME BELANDA (STUDI KASUS: MASJID KERAMAT PULAU TENGAH KERINCI)
Author(s) -
Jamal Mirdad
Publication year - 2019
Publication title -
tsaqofah dan tarikh/tsaqofah dan tarikh
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2684-6926
pISSN - 2528-732X
DOI - 10.29300/ttjksi.v4i1.2203
Subject(s) - geography , political science
Semenjak kedatangan Islam ke Kerinci, masjid sudah memiliki posisi penting, ia tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, melainkan mempunyai multifungsi yang digunakan oleh para ulama dan umat Islam di Kerinci. Pada Awal Abad ke-20 merupakan puncak dari Kolonialisme Belanda di Indonesia, hampir disetiap penjuru wilayah Indonesia dijajah oleh Belanda termasuk wilayah Kerinci, untuk merespon kedatangan Belanda tersebut, ulama dan masyarakat Kerinci di sekitar Pulau Tengah menjadikan Masjid Keramat sebagai pusat perlawanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan pendekatan metode penelitian sejarah, dengan ditemukan bahwa Masjid Keramat adalah pranata terpenting bagi masyarakat Kerinci, sehingga Masjid Keramat dijadikan pusat perlawanan yang berupa: tempat musyawarah, benteng pertahanan, tempat pembekalan para lasykar dan pembekalan ilmu agama.