
Peran Lembaga Adat dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Adat Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya
Author(s) -
Tya Sonia,
Sarwititi Sarwoprasodjo
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal sains komunikasi dan pengembangan masyarakat (e-journal)
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2338-8269
DOI - 10.29244/jskpm.4.1.113-124
Subject(s) - respondent , indigenous , socioeconomics , sociology , geography , political science , law , ecology , biology
Preserving culture is an important aspect of the lives of indigenous people because indigenous people are synonymous with lifestyles that are still guided by local customs. The process of cultural preservation of indigenous peoples is inseparable from the important role of traditional institutions. The role of customary institutions has the potential to determine the behaviour of indigenous peoples in carrying out their traditional traditions or not. The purpose of this study was to analyze the influence of the role of traditional institutions on cultural preservation by using individual characteristics, namely the age of the respondent as a control variable. This study used a survey method with 60 respondents from Kampung Naga community. Qualitative data was obtained through in-depth interviews with indigenous elders, tour guides, and RT heads of Kampung Naga. Analysis of research data using Mann-Whitney tests. The results showed that with individual characteristics, namely the age of the respondent as a control variable, customary institutions had a significant effect on the cultural preservation of the Kampung Naga indigenous people in terms of behaviour patterns, behaviour patterns, and material patterns. Keywords: cultural preservation, cultural form, customary institutions, indigenous people, communication function ABSTRAKMelestarikan budaya menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat adat karena masyarakat adat identik dengan gaya hidup yang masih berpedoman pada adat istiadat setempat. Proses pelestarian budaya pada masyarakat adat tidak terlepas dari peran penting lembaga adat. Peran lembaga adat tersebut berpotensi untuk menentukan perilaku masyarakat adat dalam melakukan tradisi adatnya atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh peran lembaga adat terhadap pelestarian budaya dengan menggunakan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan responden sebanyak 60 orang masyarakat Kampung Naga. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam kepada sesepuh adat, pemandu wisata, dan ketua RT Kampung Naga. Analisis data penelitian menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol, lembaga adat berpengaruh signifikan terhadap pelestarian budaya masyarakat adat Kampung Naga yang ditinjau dari segi pola bersikap, pola kelakuan, dan pola kebendaan. Kata kunci: lembaga adat, masyarakat adat, pelestarian budaya, wujud budaya, fungsi komunikasi