
Toksisitas Akut Ekstrak Daun Miana (Coleus Blumei Benth) pada Mencit (Mus Musculus)
Author(s) -
Yusuf Ridwan,
Fadjar Satrija,
Ekowati Handharyani
Publication year - 2020
Publication title -
acta veterinaria indonesiana
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2337-4373
pISSN - 2337-3202
DOI - 10.29244/avi.8.1.55-61
Subject(s) - traditional medicine , physics , medicine
Coleus blumei memiliki berbagai khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit termasuk kecacingan. Sampai saat ini belum diketahui tingkat dosis yang menyebabkan toksisitas bagi pemakainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi toksisitas akut ekstrak etanol daun miana pada mencit. Pengujian toksisitas dilakukan pada mencit dengan pemberian per oral untuk menentukan toksisitas akut dan dosis letal 50% (LD50). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun miana memiliki toksisitas yang rendah. Hasil analisis probit menunjukkan LD50 ekstrak etanol daun miana adalah 9757.14 mg/kg berat badan. Gejala klinis yang terlihat pada mencit sebelum mati adalah tidak aktif, lemah, ritme pernapasan menurun dan bulu berdiri. Pemeriksaan patologi anatomi menunjukkan perdarahan pada rongga perut ditemukan pada dosis 10000 mg/kg bb ekstrak etanol. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya pembendungan, oedema, dilatasi tubuli pada organ ginjal. Degenerasi dan nekrosis ditemukan pada organ usus, hati dan ginjal yang meningkat seiring dengan peningkatan dosis ekstrak. Berdasarkan nilai LD50 ekstrak etanol daun miana termasuk dalam kategori toksik ringan. Walaupun termasuk dalam katagori toksik ringan, akan tetapi mulai pada dosis 4000 mg/kg bb ekstrak daun miana menyebabkan degenerasi dan nekrosa sel pada organ usus, hati, dan ginjal.