z-logo
open-access-imgOpen Access
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA MAHASISWA PERANTAUAN DI UNIVERSITAS MALIKUSSALEH (Studi Deskriptif Tentang Culture Shock Mahasiswa Perantauan Di Universitas Malikussaleh)
Author(s) -
Darmawan Panggabean,
Ainol Mardhiah
Publication year - 2022
Publication title -
jurnal jurnalisme/jurnal jurnalisme
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
eISSN - 2807-2537
pISSN - 2502-048X
DOI - 10.29103/jj.v11i1.6643
Subject(s) - humanities , physics , art
Shock Culture adalah fenomena lintas budaya yang dialami saat seseorang melintas atau berpergian dari satu daerah ke daerah baru, sebagai seorang mahasiswa perantauan yang sedang berpindah dan menuntut ilmu ke suatu daerah yang memilik budaya yang berbeda pastinya akan pula merasakan fenomena Shock Culture itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk dan penyebab fenomena Shock Culture yang dialami oleh para mahasiswa perantauan serta bagaimana para mahasiswa perantauan yang mengalami Shock Culture ini dapat bertahan dan beradaptasi terhadap lingkungan yang ada. Dengan metode penelitian kualitatif, penelitian ini didasari dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara, obeservasi dan dokumentasi kepada para mahasiswa perantau dari luar Aceh di Universitas Malikussaleh. Ada pun bentuk dan faktor faktor yang mempengaruhi fenomena Shock Culture yang dialami para mahasiswa ini biasanya sangatlah beragam dimulai faktor internal yang datang dari diri sendiri seperti kondisi fisik, kesehatan, mental dan emosional serta faktor eksternal yang bisa datang dari luar seperti budaya, lingkungan kampus, perbedaan kebiasaan, pembelajaran kampus, bahasa dan juga makanan. Adapun hal yang biasa dilakukan oleh para mahasiswa perantauan adalah terus beradaptasi, menerima setiap perbedaan yang ada serta membangun pola komunikasi yang sesuai agar tidak terjadi kesalah pahaman serta hal hal yang memicu hambatan komunikasi yang sedang berlangsung dan menyebabkan Shock Culture. Peneliti juga menyarankan kepada para mahasiswa perantauan agar bisa lebih membiasakan dan menempatkan diri agar tidak terjadinya kesalahpahaman yang bisa mempermalukan daerah asal, jika tidak bisa terlalu mengikuti setidaknya tidak melanggar pula.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here