z-logo
open-access-imgOpen Access
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN PTERYGIUM DI POLIKLINIK MATA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA TAHUN 2015
Author(s) -
Dara Phonna Ardianty
Publication year - 2018
Publication title -
averrous
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2502-8715
pISSN - 2477-5231
DOI - 10.29103/averrous.v2i1.421
Subject(s) - pterygium , medicine , gynecology , ophthalmology
Pterygium merupakan penyakit mata bagian eksternal yang umum terjadi secara global. Pterygium dapat menyebabkan terjadinya astigmatisme serta menimbulkan gangguan lain seperti menurunnya tajam penglihatan, iritasi kronik, inflamasi rekuren, penglihatan ganda, serta gangguan pergerakan bola mata bahkan kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian Pterygium di Poliklinik Mata BLUD RSU Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di bulan September 2015-Maret 2016 dan jumlah sampel sebanyak 30 pasien pterygium dan 30 pasien non-pterygium. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square  dan uji fisher’s exact. Nilai p<0,05 dianggap berhubungan secara statistik. Pasien pterygium memiliki pekerjaan terbanyak yaitu di luar ruangan (83,3%), riwayat keluarga dengan pterygium (46,7%), riwayat merokok (30%), riwayat tidak memakai topi (66,7%), riwayat tidak memakai kacamata (86,7%) dan kategori usia terbanyak adalah lansia-manula (66,7%). Tidak terdapat hubungan antara faktor risiko pekerjaan (p = 0,086 ; OR 3,33 (CI 95% 0,998-11,139)), merokok (p = 0,784; OR 0,74 (CI 95% 0,252-2,175)), riwayat memakai topi (p = 0,778; OR 0,72 (CI 95% 0,240-2,206)), riwayat memakai kacamata (p = 1,000; OR 0,72 (CI 95% 0,147-3,545)) dan usia (p = 1,529; OR 1,52 (CI 95% 0,536-4,361)) dengan kejadian pterygium. Terdapat hubungan antara faktor risiko riwayat keluarga pterygium dengan kejadian pterygium (p = 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa hanya faktor risiko riwayat keluarga pterygium yang berhubungan dengan kejadian pterygium di Poliklinik Mata BLUD RSU Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara tahun 2015.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here