
PERBANDINGAN METODE EEMD DAN EMD UNTUK MEREDUKSI NOISE PADA SINYAL SEISMIK
Author(s) -
Arya Dwi Candra,
Puput Eka Suryani
Publication year - 2018
Publication title -
jitek (jurnal ilmiah teknosains)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2476-9436
pISSN - 2460-9986
DOI - 10.26877/jitek.v4i1.1814
Subject(s) - physics , noise (video) , humanities , philosophy , artificial intelligence , computer science , image (mathematics)
Pencuplikan atau picking gelombang P merupakan kegiatan dasar yang harus dilakukan oleh para peneliti/seismologist untuk menganalisis sinyal gempa bumi. Picking gelombang P apabila tidak dilakukan dengan teliti, akan mengakibatkan proses analisis sinyal gempa menjadi tidak akurat. Sinyal gempa yang baik adalah sinyal yang bebas dari noise, baik noise instrument maupun noise lapangan. Gelombang gempa bumi merupakan sinyal gelombang tiga komponen yang sangat kompleks, sehingga diperlukan metode filtering yang dapat memfilter tiga komponen secara simultan. Metode Ensemble Empirical Mode Decomposition (EEMD) adalah suatu metode dekomposisi sinyal yang dapat diterapkan untuk mereduksi noise. Kelebihan EEMD adalah mampu mereduksi noise pada frekuensi tinggi dan rendah tanpa mengubah dari karakter sinyal, sehingga karakteristik sinyal tidak hilang.Kata kunci: EMD, EEMD, Noise, Sinyal gempa.