z-logo
open-access-imgOpen Access
Pemanfaatan limbah Abu batubara untuk Mensubstitusi pada Komposisi Bodi Ubin Keramik Dinding
Author(s) -
Ate Romli
Publication year - 2011
Publication title -
jurnal teknik/jurnal teknik : media pengembangan ilmu dan aplikasi teknik
Language(s) - Lithuanian
Resource type - Journals
eISSN - 2580-2615
pISSN - 1412-8810
DOI - 10.26874/jt.vol10no1.177
Subject(s) - waste management , physics , environmental science , environmental engineering , engineering
Limbah abu batubara adalah limbah industri yang merupakan hasil pembakaran dari batubara. Limbah abubatubara ini biasanya memiliki kandungan silika amorf yang tinggi 70%, terdiri dari SiO2, Fe2O3, Al2O3, dan lain-lain, dalam industri keramik komponen SiO2, ini bisa digunakan sebagai pengsubstitusi kuarsa, fungsinya sebagai kerangka pada body ubin keramik. Sampel abu batubara yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari PT. Trisula Tekstile Industries, sampai saat ini limbah yang dihasilkan sekitar 7200 ton per tahun limbah abu batubara. Penelitian ini menggunakan bahan baku berupa lempung Sukabumi, feldspar Pati, kwarsa Bangka, kaolin Belitung dan limbah abu batubara. Pembentukan benda coba dilakukan dengan cara cetak tekan berukuran 7,5 cm x 7,5 cm. Parameter yang diteliti adalah komposisi campuran dan temperatur pembakaran. Campuran yang terdiri dari 20, 25, dan 30% abu batubara, setelah dicetak dan dikeringkan kemudian dibakar pada temperatur 1100 dan1200oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu batubara dapat digunakan sebagai bahan pengganti kuarsa untuk pembuatan bodi ubin keramik dinding. Hal ini dapat dilihat dari kuat lentur optimum yang diperoleh yaitu 117,8 kgf/cm2 pada temperatur 1200oC dan 89,29 kgf/cm2 pada temperatur 100oC dengan komposisi abu batubara 25%. Kuat lentur tersebut hampir setara dengan kuat lentur dari contoh yang menggunakan kwarsa yaitu 174.4 kgf/cm2 pada temperatur 1200oC dan 55,39 4 kgf/cm2 pada temperatur 100oC.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here