
PERAN NGO DALAM UPAYA PENGUATAN GLOBAL ENGAGEMENT WARGA NEGARA UNTUK MERESPON KRISIS HAM GLOBAL
Author(s) -
Andi Aco Agus,
M Samsul Haidir,
Sudirman Setta
Publication year - 2020
Publication title -
supremasi
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2720-9369
pISSN - 1412-517X
DOI - 10.26858/supremasi.v15i1.13482
Subject(s) - political science , humanities , global justice , philosophy , politics , law
Tulisan ini mengkaji intervensi yang dilakukan NGO terhadap penguatanglobal engagement warga negara di Indonesia. Globalisasi merupakan proses negara yang mendunia, yaitu bahwa setiap negara saling bergantung, saling memengaruhi dan berinteraksi tanpa mempermasalahkan batas-batas teritorial negara denganmengandalkan kecanggihan teknologi dan percepatan informasi. Luhan (1994) mencuatkan istilah “global village” untuk mendeskripsikan dunia sebagai tempat tinggal yang semakin sempit karena masyarakatnya sudah terhubung satu sama lain melalui teknologi informasi dan komunikasi (hlm. 5). Sejalan dengan itu, globalisasi memberikan kita tambahan kedudukan sekaligus hak dan kewajiban yakni sebagai warga global atau yang biasa disebut global citizen. Global citizen dijelaskan sebagai “... one who can live and work effectively anywhere in the world, supported by a global way of life” (Noddings dalam Rapoport, 2009). Salah satu dari tiga dimensi utama dalam global citizeship ialah keterlibatan kewargaan global (global civic engagement) yang dimaknai sebagai tindakan atau kecenderungan untuk mengenali masalah-masalah kemasyarakatan baik di tingkat lokal, nasional dan global dengan ikut serta dalam aktivitas dan partisipasi masyarakat. (Murdiono, 2014). Artikel ini mencoba melaporkan studi kualitatif yang berfokus pada kegiatan Global Humanitarian Agency yang disebut Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk memperkuat keterlibatan kewargaan global di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh dari berbagai teknik seperti wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Kemanusiaan Global ACT bertindak secara aktif memfasilitasi warga Indonesia dalam mengaktualisasikan keterlibatan warga global melalui (1) pemberian pengetahuan tentang isu kemanusiaan global terbaru; (2) menciptakan ruang publik di media sosial untuk membahas isu kemanusiaan, (3) aktivitas filantropi; dan (4) voluntarisme global. Aktivitas kemanusiaan ini memposiskan Lembaga Kemanusiaan Global ACT sebagai civic community yang tidak hanya mampu melakukan penguatan global civic engagement, tetapi juga mampu membangun jejaring transnasional, dan sebagai inovator model alternatif pembangunan masyarakat berbasis solidaritas global.