z-logo
open-access-imgOpen Access
ANALISIS SPASIAL TINGKAT KEKERINGAN SEBAGAI UPAYA MITIGASI KEGAGALAN PANEN DI KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN
Author(s) -
Nasiah Badwi,
Rosmini Maru,
Ibrahim Abbas
Publication year - 2017
Publication title -
indonesian journal of fundamental sciences
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2621-6728
pISSN - 2621-671X
DOI - 10.26858/ijfs.v3i2.4782
Subject(s) - forestry , environmental science , physics , geography
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik curah hujan, evapotransirasi, agihan tingkat kekeringan, dan upaya mitigasi kegagalan panen di Kabupaten Takalar Penelitian ini dilakukan dengan metode neraca air (Water Balance) oleh Thornthwaite – Mather (1957), dengan kriteria indeks kekeringan ILACO, B.V. (1981). Hasil penelitian menunjukkan karakterisitk curah hujan bulanan di wilayah Kabupaten Takalar berkisar antara 9,5 mm hingga 835,5 mm. Curah hujan bulanan terbesar di stasiun Bonto Mangape dan terkecil di stasiun Palomo Selatan. Curah hujan tahunan berkisar antara 2282, 8 mm hingga 3546,69 mm/tahun. Karakteristik Evapotranspirasi potensial  bulanan di wilayah Kabupaten Takalar berkisar antara 112,89 mm hingga 170,76 mm. Evapotranspirasi potensial rerata tahunan sebesar 1428,76 mm di Stasiun Palomo Selatan hingga 1576,28 mm di Stasiun Patalassang.  Tingkat kekeringan tinggi dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Takalar yaitu pada bulan Juli. Agihan tingkat kekeringan tahunan tinggi tersebar di wilayah timur ke selatan yaitu; Kecamatan Polongbangken Utara, Polongbangken Selatan dan Mangngarabombang. Mitigasi kegagalan panen dengan cara mengelola tanaman sesuai dengan ketersediaan air. Pada tingkat keketingan tinggi ditanam tanaman Semangka, Mentimun dan jagung. 

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here