z-logo
open-access-imgOpen Access
Makna Pragmatik Tindak Tutur Direktif Pada Tari Gathutkaca Gandrung
Author(s) -
Maryono Maryono
Publication year - 2015
Publication title -
panggung
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2502-3640
pISSN - 0854-3429
DOI - 10.26742/panggung.v25i3.19
Subject(s) - art , humanities
Penelitian ini adalah untuk mengungkap makna pragmatik tindak tutur direktif  pada Tari Gathutkaca Gandrung dalam resepsi perkawinan adat Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan perspektif teori pragmatik Parker  dan Charles Morris tentang relasi tanda. Adapun hasil penelitian ini menggambarkan dominasi tindak tutur direktif dalam pertunjukan Tari Gathutkaca Gandrung pada resepsi  perkawinan adat budaya Jawa yang dimaknai sebagai bentuk perintah bersifat tidak  langsung. Penanggap (orang tua) menghendaki agar sepasang pengantin berkenan menikmati nilai estetis, supaya  jiwanya menjadi  lebih halus, lebih santun, peka terhadap lingkungan sehingga sikap, perilaku, dan tindakannya menjadi lebih baik. Makna perintah berikutnya agar sepasang pengantin dapat menyerap nilai-nilai pendidikan tentang usaha yang keras, semangat, dan perjuangan yang berat seperti yang digambarkan pada Tari Gathutkaca Gandrung agar dicontoh sebagai bekal untuk membina keluarga yang harmonis dan bahagia.Kata kunci: Tarian, Gathutkaca Gandrung, resepsi perkawinan adat Jawa, tindak tutur direktif.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here