z-logo
open-access-imgOpen Access
Prototip Musik Kolintang Dengan Teknologi Abakod Di Politeknik Negeri Sriwijaya
Author(s) -
Pridson Mandiangan,
Amperawan,
L. Suhairi Hazisma
Publication year - 2015
Publication title -
panggung
Language(s) - Estonian
Resource type - Journals
eISSN - 2502-3640
pISSN - 0854-3429
DOI - 10.26742/panggung.v25i2.1
Subject(s) - humanities , physics , art
Berdasarkan pengalaman, kendala utama dalam belajar dan berlatih musik kolintang adalah metode pembelajaran yang bersifat manual yakni melalui instruksi dari pelatih dengan menyebutkan nama-nama kord yang harus diketuk, sehingga kerap terjadi kesalahan dalam menerima instruksi tersebut. Kesalahan itu sangat mungkin terjadi  karena nama-nama kord kecuali kord A, semuanya berhuruf vocal “e” (C,D,E,F,G,B), sehingga sulit dibedakan apalagi ditengah suara keras musik kolintang yang tengah dimainkan. Penelitian ini bertujuan memberikan solusi atas permasalahan tersebut dengan menciptakan sebuah alat bantu pengajaran berupa aplikasi teknologi yang diberi nama “Abakod”.  Alat ini berfungsi sebagai petunjuk kord, kepada pemain sehingga  tidak perlu lagi dikomando, pemain cukup berkonsentrasi pada lampu indikator yang terpasang pada bilah-bilah nada kolintang. Bilah-bilah nada  yang menyala itulah  yang diketuk. Tahun pertama penelitian menghasilkan prototype Abakod, dan telah dilakukan uji coba cara kerjanya berjalan sesuai dengan yang diinginkan.Kata kunci: kebudayaan, kolintang, kord, prototype Abakod.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here