
Graffiti sebagai Pengisi Ruang Komunikasi Simbolik Seni Jalanan Masyarakat Urban
Author(s) -
Rudy Harjanto,
Setiawan Sabana
Publication year - 2013
Publication title -
panggung
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2502-3640
pISSN - 0854-3429
DOI - 10.26742/panggung.v23i4.153
Subject(s) - public space , context (archaeology) , art , sociology , visual arts , humanities , aesthetics , geography , architectural engineering , archaeology , engineering
 Public spaces in a city have become more vibrant with the presence of street art which displays colorful and interesting shapes. The concept of public spaces evolves, so does the acceptance of the people as part of the city landscape, and in turn creates a symbolic communication between the street artists and the urban society. The communication may offer new insights to the world of art in the context of space, and each art represents joy, courage, fear, and anxiety arising from the graffiti art- ists. Artists conception to the world of street art, space and text influence each other, despite at some level they are all independent and separated. Street art is not only a masterpiece that explores form or ornamental coloring, but it is an integral part of a city. Every street art carries a theme through which to interact, and creates a medium to communicate symbolically. The visual and physical form of street art has become an entity to communicate about a variety of topics, including social criticism with various packages of thematic, symbolic, and politic visuals as well as entertaining (recreative) thus art in the context of street life has a wider potential. Keywords: space, street art, and communication  ABSTRAK Ruang-ruang publik di kota lebih semarak dengan kehadiran karya-karya seni jalanan yang menampilkan keindahan visual. Konsep ruang-ruang kota berkembang dan peneri- maan masyarakat berubah dengan mencerminkan terciptanya komunikasi simbolik antara perupa jalanan  dengan masyarakat kota. Pemahaman fenomena komunikasi visual ini dapat menawarkan wawasan lain bahwa dunia kesenian dalam konteks ruang, masing- masing memiliki sifat keriangan, keberanian, ketakutan, dan kecemasan yang ditimbul- kan dari seniman graffiti. Konsepsi perupa jalanan tentang dunia kesenian, ruang, dan teks memberikan pengaruh satu sama lain, meskipun pada tingkat tertentu: ketiganya berdiri sendiri-sendiri dan terpisah. Seni jalanan ini tidak hanya sekadar karya yang mengete- ngahkan  representasi bentuk, ornamen pewarnaan, namun menjadi bagian dari sebuah kota. Seni jalanan menorehkan tema-tema yang menjadi sarana untuk saling berinteraksi, dan seni jalanan menjadi sarana untuk saling berkomunikasi secara simbolik. Visualitas dan bentuk fisik karya seni jalanan menjadi penanda entitas dalam berkomunikasi dengan berbagai topik, termasuk kritik sosial dengan berbagai kemasan visual tematis, simbolis, politis sekaligus menghibur (rekreatif), sehingga seni dalam konteks kehidupan di jalanan memiliki potensi yang lebih luas. Kata kunci: ruang, seni jalanan, dan komunikasi