z-logo
open-access-imgOpen Access
Perubahan Diri Narapidana Pembunuhan Berencana
Author(s) -
Muthia Noor Hikmah,
Muhammad Syafiq
Publication year - 2015
Publication title -
jurnal psikologi : teori dan terapan/jurnal psikologi teori dan terapan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2597-9035
pISSN - 2087-1708
DOI - 10.26740/jptt.v6n1.p35-49
Subject(s) - psychology , humanities , psychoanalysis , gratitude , social psychology , philosophy
This study was aimed to explain the self-concept of a prisoner who jailed for premeditated murder and factors that  influence self changes. A qualitative approach with a case study method was used. One participant and three significant others were involved in this study. Data were collected using semi-structured interviews and analysed using Thematic Analysis (TA). The result of this study indicates that there is a change of participant’s self-concept as the impacts of his murder act and his imprisonment. Before the murder case, the participant experienced some degrees of incongruence between actual and ideal self. After the murder case and his life in prison, the participant’s self incongruence tends to decrease. There are  several  factors that influence the participant’s self-congruence, namely: social supports they received both psychologically and materially from relatives and  friends, the ability to learn from his past experience, having self-acceptance and gratitude shown by  accepting the punishment and sentence in the prison, and good adjustment during his life in prison. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran konsep diri dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi perubahan diri pada seorang narapidana kasus pembunuhan berencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Analisis Tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan konsep diri pada subjek antara sebelum dan setelah melakukan pembunuhan. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan konsep diri. Sebelum melakukan pembunuhan, subjek memiliki kecenderungan inkongruensi yang lebar antara diri yang diidealkan (ideal self) dan diri nyata (actual self). Namun, setelah melakukan pembunuhan justru konsep diri subjek cenderung mendekati kongruensi karena tindakan pembunuhan yang telah dilakukan berhasil mengurangi diskrepansi antara diri ideal dan diri nyata. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi perunahan konsep diri subjek, yaitu adanya dukungan yang diterima secara psikologis dan materiil dari orang-orang terdekat, kemampuan mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu, adanya penerimaan diri, serta kemampuan penyesuaian diri yang baik selama menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here