Linguistik Kognitif dalam Majas Metafora, Metonimi dan Sinedoke Bahasa Jepang
Author(s) -
Nuzulia Fitriatun Nisa'
Publication year - 2019
Publication title -
diglossia jurnal kajian ilmiah kebahasaan dan kesusastraan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2528-6897
pISSN - 2085-8612
DOI - 10.26594/diglossia.v10i1.1453
Subject(s) - linguistics , hyperbole , meaning (existential) , cognitive linguistics , metaphor , philosophy , psychology , cognition , epistemology , neuroscience
Abstrak Majas merupakan sebuah fenomena bahasa yang ada di tiap bahasa di dunia. Majas dipakai untuk menjelaskan perubahan, pergeseran, dan perluasan makna kata dapat terjadi akibat perkembangan dan kemajuan yang dialami manusia sebagai pemakai bahasa. Dalam bahasa Jepang ada 3 majas yakni metafora, metonimi, sinedoke. Cabang ilmu linguistik kognitif sering dipakai untuk menjelaskan majas, karena penjabarannya yang dapat diterima oleh akal. Linguistik kognitif juga berperan untuk menjembatani kearbiteran bahasa agar sebuah makna dalam sebuah majas dapat dipahami para pembelajar.Keyword : linguistik kognitif, majas, fenomena bahasa AbstractFigurative language is a language phenomenon that exists in every language in the world. It is used to explain changes, displacement, and can be drawn word meaning can occur development and progress made by humans as language users. There are 3 figurative languages in Japan, namely metaphor, metonymy, synecdoche. Cognitive linguistics branch is often used to explain them because of the logically explanation as a reason. Besides, cognitive linguistics also has a role as a bridge the language arbitrary in order the meaning of figurative speech can be easily understood by the readers.Keywords: cognitive linguistics, figurative language, language phenomena
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom