z-logo
open-access-imgOpen Access
MENGENAL PEPAOSAN TRADISI LISAN LOMBOK: TEKS, KONTEKS, DAN FUNGSI
Author(s) -
atisah atisah
Publication year - 2018
Publication title -
sawerigading
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2527-8762
pISSN - 0854-4220
DOI - 10.26499/sawer.v24i1.465
Subject(s) - sociology , anthropology
This paper aims to study the ‘pepaosan’ tradition in the Sasak community, in Lombok, West Nusa Tenggara. The approach used is textual and contextual approach proposed by Robert Sibarani and Talha Bachmid, while the method is descriptive method. How the text and context of ‘pepaosan’ are the problems in this research. ‘Pepaosan’ in Sasak community is basically the same as ‘macapat’ in Javanese community, ‘mamaca’ in Madurese community and ‘wawacan’ in Sundanese community. The ‘pepaosan’ tradition of the Sasak community is an activity of reading ‘takepan’ script, i.e. the script in Kawi letters and language written on the leaves of tal (a kind of palm/siwalan). In addition, ’pepaosan’ is a medium of values transmission and transformation and also a forum for learning community on various aspects of life. In Lombok, ‘pepaosan’ sometimes is coupled with certain rituals or traditions, such as marriage, circumcision, decline of rice seeds ritual, ‘tolak bala’ rituals, Alip Party celebrations and others. ‘Pepaosan’ is also a literary tradition of the Sasak community as well as a preservation strategy of writing culture. AbstrakTulisan ini bertujuan meneliti tradisi pepaosan pada masyarakat Sasak, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teks dan konteks yang dikemukakan oleh Robert Sibarani dan Talha Bachmid, sedangkan metodenya adalah metode deskriftif. Bagaimana teks dan konteks pepaosan merupakan masalah dalam penelitian ini.  Pepaosan pada masyarakat Sasak pada dasarnya sama dengan macapat pada masyarakat Jawa, mamaca pada masyarakat Madura, dan wawacan pada masyarakat Sunda. Tradisi pepaosan pada masyarakat Sasak merupakan kegiatan membaca naskah takepan, yaitu naskah beraksara dan berbahasa Kawi yang ditulis di atas daun tal (sejenis palem/siwalan). Di samping itu, pepaosan merupakan media transmisi dan transformasi nilai dan sekaligus merupakan wadah pembelajaran masyarakat tentang berbagai aspek kehidupan. Di Lombok, pepaosan  terkadang dirangkaikan dengan ritual atau tradisi tertentu seperti kenduri perkawinan, khitanan, ritual penurunan bibit padi, ritual tolak bala, perayaan Pesta Alip, dan lain-lain. Pepaosan juga merupakan tradisi literasi masyarakat Sasak dan sekaligus sebagai strategi pelestarian budaya tulis.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here