
HUMOR PORNOGRAFI DALAM TATARUCINGAN ‘TEKA-TEKI SUNDA’ (PORNOGRAPHIC HUMOUR IN TATARUCINGAN ‘SUNDANESE RIDDLES’)
Author(s) -
Hera Meganova Lyra,
Wahya Wahya,
R Yudi Permadi
Publication year - 2020
Publication title -
metalingua/metalingua : majalah ilmiah bahasa dan sastra
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-2143
pISSN - 1693-685X
DOI - 10.26499/metalingua.v18i1.509
Subject(s) - connotation , psychology , humanities , linguistics , art , philosophy
This writing describes pornographic humour conveyed in tatarucingan ‘Sundanese riddles’. I focuses on pornographic connotation and types of pornographic humour existing in tatarucingan. The method used was descriptive one with theoretical analysis by Sukatman (2009) combined with Danandjaja (1984), Rahmanadji (2007), Yuniawan (2007), and Mulia (2014). The result shows that the pornographic connotation in tatarucingan conveyed in the questions or answers of the tatarucingan ‘riddles’. I means that the pornographic connotation may be conveyed in the questionsand may also be in the answers of the riddles. The types of pornographic connotation include rational-answer humour, logic games humour, pseudo-incoherence humour, sound games humour and metaphorical humour. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan humor pornografi yang terdapat dalam tatarucingan ‘teka-teki Sunda’. Masalah yang dikaji meliputi konotasi pornografi dan jenis humor pornografi yang terdapat dalam tatarucingan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan kajian menggunakan analisis teori Sukatman (2009) yang diekletikkan dengan teori Danandjaja (1984), Rahmanadji (2007), Yuniawan (2007), dan Mulia (2014). Hasil penelitian menunjukkan konotasi pornografi yang terdapat dalam tatarucingan muncul pada pertanyaan atau jawaban tatarucingan. Dalam arti, konotasi pornografi ada yang muncul dalam pertanyaan,ada pula yang muncul dalam jawaban tatarucingan. Humor pornografi jika dilihat dari jenisnya meliputi humor rasionalitas jawaban, humor permainan logika, humor ketidaklogisan semu, humor permainan bunyi, dan humor bermetafora.