
LEKSIKAL BAHASA SUNDA DI KABUPATEN PURWAKARTA: REGENERASI PENUTUR BAHASA SUNDA (SUNDANESE LEXICAL IN PURWAKARTA REGENCY: REGENERATION OF SUNDANESE SPEAKERS)
Author(s) -
Ariyanti Ariyanti
Publication year - 2020
Publication title -
metalingua/metalingua : majalah ilmiah bahasa dan sastra
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-2143
pISSN - 1693-685X
DOI - 10.26499/metalingua.v18i1.450
Subject(s) - indonesian , vocabulary , humanities , psychology , art , linguistics , philosophy
Sundanese is a regional language spoken by people in Purwakarta Regency, West Java. Although Sundanese is the second most spoken language in Indonesia, there are concerns with the retention of Sundanese due to people’s bilingualism. Kridalaksana and Sumarsono stated that language retention factors are language transfer and regeneration of speakers. Therefore, this paper examines the vocabulary of elderly respondents’ and young respondents’ through ten lexicals, namely children, read, come, speak, see, eat, go, come home, bathe, and forget, using qualitative methods. The results show that there are differences in the vocabulary of elderly respondents’ and younger respondents’, namely the lexical speak and look on peer level, lexical child and read on elderly level, and lexical see on self level. However, the vocabulary of elderly and younger respondents’ is still largely the same, so it is assumed that theregeneration of Sundanese speakers in Purwakarta Regency is still on going.AbstrakBahasa Sunda adalah bahasa daerah yang dituturkan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Meskipun bahasa Sunda menjadi bahasa dengan penutur kedua terbanyak di Indonesia, ada kekhawatiran mengenai pemertahanan bahasa Sunda karena kedwibahasaan masyarakatnya. Kridalaksana dan Sumarsono menyatakan bahwa faktor pemertahanan bahasa adalah pengajaran bahasa dan regenerasi penutur. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji kosakata orang tua dan anak melalui sepuluhleksikal, yaitu anak, baca, datang, berkata, lihat, makan, pergi, pulang, mandi, dan lupa. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kosakata antara responden orang tua dengan responden anak, yaitu pada leksikal berkata dan lihat untuk tingkat sebaya, leksikal anak dan baca untuk tingkat orang tua, serta leksikal lihat untuk tingkat diri sendiri. Akan tetapi, kosakata orang tua dan anak sebagian besar masih sama sehinggatimbul asumsi bahwa regenerasi penutur bahasa Sunda di Kabupaten Purwakarta masih berjalan.