z-logo
open-access-imgOpen Access
Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Nusantara: Upaya Melestarikan Budaya Bangsa
Author(s) -
Erli Yetti
Publication year - 2019
Publication title -
mabasan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2621-2005
pISSN - 2085-9554
DOI - 10.26499/mab.v5i2.207
Subject(s) - humanities , art
Sastra lisan merupakan salah satu bentuk produk budaya yang diciptakan dan diwarisi secara lisan dan turun-menurun melalui alat pengingat (memonic devices).  Bentuk sastra ini terus hidup dalam tradisinya dan berkembang menyesuaikan perkembangan masyarakatnya. Sastra lisan sangat beragam bentuknya, mulai dari bahasa rakyat, ungkapan tradisional (pepatah dan peribahasa), pertanyaan tradisional (teka-teki), puisi rakyat (pantun, syair, bidal, dll), dan prosa rakyat, mite (myth), legenda, (legend), dan dongeng (folktale), serta nyanyian rakyat. Jenis sastra ini dalam masyarakat Nusantara bisa menjadi identitas karena di dalamnya terkandung pelbagai kearifan lokal (local wisdom). Prosa rakyat yang lebih dikenal dengan cerita rakyat tersebar di seluruh Nusantara. Sebagai kekayaan budaya, melalui cerita rakyat dapat digali berbagai kemajemukan identitas nasional Indonesia. Dalam masa sekarang kearifan lokal bisa menjadi salah satu cara dalam mewujudkan aspek positif arus globalisasi. Kearifan lokal banyak terdapat dalam cerita rakyat seperti cerita Malin Kundang, Bawang Merah Bawang Putih, Sangkuriang, Pulo Kemaro, Anak Durhaka, dan lain sebagainya. Cerita rakyat tersebut mengandung pesan moral seperti sopan santun, saling menyayangi, suka menolong orang lain, dan lain sebagainya. Keanekaragaman cerita daerah inilah kemudian melahirkan apa yang disebut multikulturalisme. Dengan menempatkan kebangsan sebagai benang merah akan terlihat keberagaman budaya etnis dan pluralitas sebagai budaya dalam ”kebhineka tunggalikaan”.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here