z-logo
open-access-imgOpen Access
Maka: Antara Fakta dan Tata Bahasa dalam Bahasa Indonesia
Author(s) -
Umi Kulsum,
Cece Sobarna,
Tajudin Nur,
Nani Darmayanti
Publication year - 2021
Publication title -
mabasan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2621-2005
pISSN - 2085-9554
DOI - 10.26499/mab.v15i1.445
Subject(s) - humanities , physics , art
Banyaknya pemakaian maka dalam kondisi berbahasa Indonesia sekarang bertolak belakang dengan kajian atau bahasan mengenai maka. Tidak ditemukan tulisan pakar yang membahas maka secara terperinci, termasuk dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang hanya menyebutkan maka sebagai konjungtor subordinatif hasil. Uraian mengenai maka yang agak lengkap justru ditemukan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta yang sudah cukup lama terbit. Tulisan ini mencoba mengamati maka dari sisi kenyataan (fakta) yang ada dan dari sisi tata bahasa. Maka dalam tulisan ini ditinjau atas perilaku sintaksis, makna, dan bentuknya. Berdasarkan perilaku sintaksis dan makna, maka yang mengikuti anak kalimat mempunyai frekuensi kemunculan yang paling banyak (jika…, maka….). Batas maka sebagai konjungtor antarkalimat dan konjungtor antarklausa sangat tipis, apalagi dalam ragam lisan. Berdasarkan bentuknya dapat dinyatakan bahwa sebagian besar maka merupakan konjungsi dasar (tidak bergabung dengan bentuk lain). Akan tetapi, ada juga modifikasi maka, yaitu bergabung dengan –nya dan bergabung dengan dari itu.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here