
Tatamba (Pengobatan) dalam Naskah Banjar
Author(s) -
Dede Hidayatullah
Publication year - 2020
Publication title -
kelasa
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 1907-7165
pISSN - 2721-4672
DOI - 10.26499/kelasa.v13i2.67
Subject(s) - mantra , traditional medicine , spell , art , theology , philosophy , medicine
The study on Mantra and tatamba (medication) in their form as oral literature are commonly found, on the other hand the study on mantra and tatamba (medication) in the manuscript are hardly found, except for the wafak conducted by Daud. This study will discuss tatamba (medication) in five Banjar manuscripts, namely Mystical Mantra (MM), Medication Mantra (MP), BB 001 manuscript, A. Riadiy, (AR), and Martabat Tujuh (Seven Dignity) (MT) manuscripts. The objective of this study is to describe the tatamba (medication) found in the 5 (five) manuscripts. The research on five manuscripts of tatamba is a philology research. Data were collected from the five manuscripts, then classified and analyzed. The result of classification is compared with previous research on mantra specifically. The result proves there are (tatamba) medications for disease in the five manuscripts, they are in the form of spell, mantra or isim. This spell can be taken from Alquran, it can also be in the form of symbolic or magical words that are considered to have magical power to heal, and it can also be a combination of the two, tatamba with wafak, and tatamba (medication) by using recited plants. AbstrakMantra dan tatamba dalam bentuknya sebagai sastra lisan sudah sering dilakukan penelitian dan kajian, tetapi mantra dan tatamba dalam naskah hampir belum pernah terjamah, kecuali terhadap wafak yang dilakukan oleh Daud. Penelitian ini akan membahas tentang tatamba dalam lima naskah Banjar, yaitu naskah Mantra Mistik (MM), naskah Mantra Pengobatan (MP), naskah BB 001, naskah A. Riadiy, (AR), dan naskah Martabat Tujuh (MT).Tujuan penelitian ini adalah menguraikan tatamba yang terdapat dalam 5 (lima) naskah tersebut. Penelitian tatamba dalam 5 (lima) naskah tersebut penelitian filologis. Data dikumpulkan dari lima naskah tersebut, kemudian dilakukan klasifikasi dan analisis.Setelah itu, hasil klasifikasi tersebut dikomparasikan dengan penelitian-penelitian tentang mantra khususnya, tatamba yang sudah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima naskah ditemukan tatamba untuk penyakit yang merupakan bacaan, mantra atau isim. Bacaan ini bisa diambil dari ayat Alquran, bisa juga dari rapalan kata-kata yang menjadi simbol dan dianggap mempunyai daya magis untuk mengobati, dan bisa juga gabungan keduanya, tatamba dengan wafak, dan tatamba dengan menggunakan tumbuhan yang sudah dibacakan.