
REPRESENTASI IDENTITAS DAN ETNISITAS MINANG DALAM NOVEL PERSIDEN KARYA WISRAN HADI
Author(s) -
Sugiarti Sugiarti
Publication year - 2017
Publication title -
jentera : jurnal kajian sastra/jentera: jurnal kajian sastra
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-8138
pISSN - 2089-2926
DOI - 10.26499/jentera.v2i2.406
Subject(s) - humanities , art , philosophy , sociology
Identitas dan etnisitas merupakan konsep yang dikontruksi secara budaya. Keduanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia. Pencirian tersebut memperkuat jati diri manusia sebagai makhluk berbudaya yang selalu berhadapan dengan gejala sosial yang ada dalam realitas kehidupan masyarakat. Keseluruhan gejala sosial yang ada dalam kehidupan tidak dapat dilepaskan dengan hasil cipta sastra. Dia merupakan khasanah budaya yang memiliki fungsi penting dalam membangun khasanah dunia sastra. Wisran Hadi dalam novel Persiden mengungkapkan gejala sosial yang terjadi pada masyarakat Minang dengan identitas rumah Bagonjong sebagai simbol etnis. Simbol ini mempunyai kekuatan mengatur perilaku manusia yang berada pada komunitas etnis yang tercermin dari subjektivitas dan individualitas dengan berbagai persoalan yang dihadapi. Simbol sebagai representasi identitas dan. etnisitas termasuk dua elemen yang inheren dan sensitif dalam diri masyarakat Minang. Dalam novel karya Wisran Hadi identitas dan etnisitas sebagai sesuatu yang hidup, bereksistensi dalam interaksi tokohtokoh dalam cerita. Proses interaksi dan interelasi antartokoh-tokoh dalam cerita mampu merepresentasikan berbagai hal terkait dengan rumah Bagonjong sebagai warisan leluhur, idealisme hidup terhadap warisan budaya, silsilah keluarga, pembagian hak warisan budaya, gayahidup masyarakat, prinsip hidup dalam menyikapi rasa malu, kedudukan suami hanya sebagai pembuat keturunan. Keseluruhan budaya, baik secara material dan nonmaterial merupakan kekuatan yang membentuk dalam satu kesatuan untuk menyatukan dengan ruh budaya Minangsecara total meskipun berbagai problem yang dihadapi tokoh tidak dapat terselesaikan.