
Mengembangkan Kecerdasan Emosional pada Anak Taman Kanak-Kanak Sebagai Upaya Menciptakan Anak Cerdas, Ceria dan Berakhlak
Author(s) -
Purwanti
Publication year - 2012
Publication title -
jurnal visi ilmu pendidikan/jurnal visi ilmu pendidikan
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2579-552X
pISSN - 2085-9848
DOI - 10.26418/jvip.v2i1.68
Subject(s) - humanities , psychology , art
Kemampuan bersosialisasi anak serta rasa empati terhadap keadaan di sekitar dapat dipupuk sejak dini. Karena pada periode ini merupakan “Masa Emas” atau disebut juga “The Golden Age” yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan seorang manusia sehingga merupakan masa yang tepat untuk membentuk watak dan kepribadian anak. Pendidikan mental anak, merupakjan salah satu program pengajaran di Taman Kanak-kanak. Jadi, di usia TK anak tak melulu diajari kemampuan membaca dan menulis saja Selama ini orang tua lebih terfokus agar anak-anaknya bisa membaca dan menulis sebelum masuk ke SD, dan kurang memerhatikan aspek kesiapan mental. Anak TK yang akan masuk ke SD masih memiliki emosi yang labil, sering mengeluh, manja, dan belum mau berpisah dengan orang tuanya. Ada pula anak yang tidak mampu berinteraksi dengan anak lainnya, karena tidak siap mental. Dalam beberapa konsep pendidikan anak usia dini, disebutkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual jauh lebih penting daripada kecerdasan intelektual (IQ). Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, mesa emas, nilai agama.