z-logo
open-access-imgOpen Access
PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP KOMUNIKASI PEKERJA PABRIK PT. X, KECAMATAN MANIS MATA, KABUPATEN KETAPANG
Author(s) -
Vilda Rahmawati Yulisa Fitrianingsih Suci Pramadita
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal teknologi lingkungan lahan basah
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2622-2884
DOI - 10.26418/jtllb.v6i1.25534
Subject(s) - physics , humanities , art
ABSTRAKPT. X merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang. Proses produksi minyak kelapa sawit menggunakan mesin berkapasitas tinggi dan pengoperasian cukup panjang. Dimana kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu kesehatan pekerja salah satunya gangguan komunikasi. Sementara itu, Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 13 tahun 2011 telah menetapkan bahwa nilai ambang batas kebisingan sebesar 85 dB. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi sumber mesin produksi yang berpotensi menghasilkan kebisingan melebihi nilai ambang batas dan mengidentifikasi pengaruh tingkat kebisingan terhadap komunikasi pekerja yang terpapar kebisingan melebihi nilai ambang batas. Berdasarkan hasil pengukuran, sumber stasiun produksi yang berpotensi menghasilkan tingkat kebisingan melebihi nilai ambang batas tertinggi tanpa dipengaruhi aktivitas stasiun produksi lainnya terjadi pada stasiun power house dengan nilai sebesar 96,2 dB dan tingkat kebisingan terendah terjadi pada stasiun loading ramp dengan nilai sebesar 66,8 dB. Sedangkan tingkat kebisingan melebihi nilai ambang batas tertinggi dengan dipengaruhi aktivitas stasiun produksi lainnya terjadi pada stasiun kernel dengan nilai sebesar 97 dB dan tingkat kebisingan terendah terdapat pada stasiun loading ramp dengan nilai sebesar 69,3 dB. Hasil statistik menggunakan SPSS versi 18.0 dengan uji regresi sederhana didapatkan dari hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengaruh tingkat kebisingan terhadap komunikasi pekerja yang terpapar kebisingan melebihi nilai ambang batas sebesar 21% yang termasuk dalam tingkatan “rendah”. Dimana nilai tersebut menyatakan bahwa kebisingan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap komunikasi pekerja, yang dapat dilihat pada hasil tes audiometri. Berdasarkan hasil uji audiometri dari 32 responden, 59% diantaranya mengalami penurunan daya dengar dengan kategori tingkat pengaruh “gradasi berat”.Kata Kunci : Tingkat Kebisingan, Sumber Bunyi, Komunikasi Pekerja

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here