
PENGARUH RESIRKULASI LINDI SECARA ANAEROBIK PADA SAMPAH SEGAR DAN SAMPAH TPA BATU LAYANG, PONTIANAK
Author(s) -
Dwi Farastika
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal teknologi lingkungan lahan basah
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2622-2884
DOI - 10.26418/jtllb.v5i1.18537
Subject(s) - physics , chemistry , toxicology , forestry , biology , geography
ABSTRAK TPA Batu Layang, Pontianak adalah salah satu TPA di Indonesia yang beroperasi dengan sistem open dumping. Salah satu kelemahan sistem ini yaitu rendahnya tingkat reduksi sampah pada TPA. Sementara itu, nilai BOD dan COD lindi TPA Batu Layang belum memenuhi standar baku mutu yang berlaku. Komposisi sampah TPA Batu Layang didominasi oleh sampah organik, sehingga pengolahan biologis sesuai untuk diterapkan. Resirkulasi lindi adalah jenis pengolahan biologis yang telah diketahui dapat menurunkan kandungan organik pada lindi, mempercepat proses biodegradasi sampah, serta memperbesar volume biogas yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh resirkulasi lindi pada sampah segar dan sampah TPA terhadap kualitas effluent lindi, laju degradasi sampah, dan volume biogas yang dihasilkan. Sehingga akan diketahui jenis sampah yang tepat untuk aplikasi resirkulasi lindi di TPA. Resirkulasi lindi dilakukan pada 2 buah bioreaktor dengan debit resirkulasi lindi sebesar 23,4 l/hari selama 28 hari. Lindi ditempatkan di wadah stok lindi untuk dialirkan kedalam bioreaktor sampah dalam waktu satu hari. Lindi yang keluar dari bioreaktor sampah ditampung di bak penampung sebelum ditempatkan kembali secara manual di wadah stok lindi. Hasil penelitian menunjukkan nilai BOD dan COD lindi yang semula 203,38 mg/l dan 986,7 mg/l pada akhir penelitian turun menjadi 42,03 mg/l dan 285,7 mg/l setelah diresirkulasi pada sampah segar, dan turun menjadi 50,67 mg/l dan 300 mg/l setelah diresirkulasikan pada sampah TPA. Pada akhir penelitian, persentase penurunan nilai BOD dan COD lindi pada reaktor berisi sampah segar (R1) sebesar 79,33% dan 71,04% sedangkan pada reaktor berisi sampah TPA (R2) sebesar 75,09% dan 69,50%. Namun, penurunan BOD dan COD lindi R2 sebesar 72% dan 60% terjadi pada minggu pertama perlakuan resirkulasi lindi. Laju degradasi sampah pada R1 sebesar 0,6768/minggu sedangkan pada R2 sebesar 0,0784/minggu. Volume biogas pada R1 mulai terukur pada hari ke-14 hingga akhir penelitian pada hari ke-28 dengan volume maksimum dicapai pada hari terakhir sebesar 163 ml. Pada R2 volume biogas tidak terukur selama masa penelitian. Kata Kunci : resirkulasi lindi, degradasi anaerob, laju degradasi sampah