z-logo
open-access-imgOpen Access
KAJIAN BEBAN PENCEMARAN BEBERAPA SALURAN YANG BERMUARA KE SUNGAI KAPUAS DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA KOTA PONTIANAK (Studi Kasus: Kelurahan Batulayang dan Siantan Hilir)
Author(s) -
Dewi Kurnia Sari
Publication year - 2014
Publication title -
jurnal teknologi lingkungan lahan basah
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2622-2884
DOI - 10.26418/jtllb.v2i1.6896
Subject(s) - physics , forestry , geography
ABSTRAKKota Pontianak memiliki banyak saluran berupa anak sungai dan juga parit yang bermuara di Sungai Kapuas. Sungai Kapuas tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Pontianak sebagai sumber air baku pengolahan air minum, budidaya perikanan, air baku industri, rekreasi, pertanian, kegiatan MCK dan penunjang sarana transportasi. Berkembangnya aktivitas di sepanjang aliran anak sungai dan parit tersebut berpotensi dalam meningkatkan beban pencemaran, meningkatnya kepadatan penduduk menyebabkan volume limbah domestik dan beban pencemaran di saluran - saluran tersebut meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total beban pencemar dari tujuh saluran di Kecamatan Pontianak Utara yang akan masuk ke Sungai Kapuas dan mengetahui perkiraan besarnya potensi beban pencemar yang dihasilkan dari aktivitas domestik pada masing – masing saluran (Parit Telok Melano, Parit Sahang Besar, Sungai Sahang, Parit Belanda, Parit Cek Khwok, Parit Pak kacong, Sungai Kunyit) tersebut dalam upaya menentukan pengendalian beban pencemar yang terjadi.Tahapan penelitian ini yaitu pengumpulan data primer berupa dimensi saluran (lebar dan kedalaman), luas penampang basah, kecepatan aliran, debit aliran, pengambilan sampel air, perhitungan beban pencemaran masing – masing saluran, perhitungan estimasi potensi beban pencemaran untuk proyeksi 20 tahun dan analisis pengendalian beban pencemar. Pengambilan sampel kualitas air menggunakan metode grab sample saat surut terendah yaitu pada tanggal 2 Maret 2014 pukul 18.49 WIB dan saat pasang tertinggi yaitu pada tanggal 3 Maret 2014 pukul 12.00 WIB dengan parameter yang dianalisis yaitu BOD, COD, TP, TN, Total Coliorm, suhu dan pH.Hasil analisis diketahui total beban pencemaran dari ke-tujuh saluran yang akan masuk ke Sungai Kapuas pada saat pasang adalah: BOD (2.410 kg/hari); COD (16.662 kg/hari); Total Posfat (115 kg/hari) dan Total Nitrogen (4.352 kg/hari), sedangkan pada saat surut total beban pencemaran dari ke-tujuh saluran yang akan masuk ke Sungai Kapuas adalah BOD (2.244 kg/hari); COD (10.274 kg/hari); Total Posfat (131 kg/hari) dan Total Nitrogen (3.334 kg/hari). Adapun besarnya potensi beban pencemaran yang dihasilkan dari aktifitas domestik hingga tahun 2034 adalah: BOD (1.186 kg/hari); COD (2.273 kg/hari); Total Posfat (85 kg/hari) dan Total Nitrogen (508 kg/hari), dengan laju peningkatan potensi beban pencemaran setiap parameter adalah sebesar 8,4 %. Adapun strategi pengendalian beban pencemaran air dilakukan dengan meningkatkan kegiatan pengawasan sumber – sumber pencemar, merealisasikan rencana pembuatan IPAL komunal domestik, meningkatkan peran serta dan pemahaman masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan serta meningkatkan layanan pengangkutan sampah di wilayah Kecamatan Pontianak Utara.Kata- kata kunci: Sungai Kapuas di Kota Pontianak, Limbah Domestik, Beban Pencemaran, Pengendalianpencemaran

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here