
EVALUASI DAN OPTIMALISASI KINERJA IPA I PDAM KOTA PONTIANAK
Author(s) -
Rani Aprillia Novitasari
Publication year - 2014
Publication title -
jurnal teknologi lingkungan lahan basah
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
ISSN - 2622-2884
DOI - 10.26418/jtllb.v1i1.4379
Subject(s) - physics , waste management , environmental science , humanities , engineering , art
Perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Pontianak merupakan salah satu perusahaan daerah yang bertanggungjawab dalam penyediaan air bersih di kota Pontianak. IPA I Imam Bonjol merupakan IPA yang paling tua di PDAM Kota Pontianak mempunyai kapasitas pengolahan sekitar 150 liter/detik yang mulai dioperasikan pada tahun 1962. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas air baku dan air hasil produksi IPA I apakah sudah sesuai standar baku mutu menurut peraturan yang ada dan mengetahui efisiensi penyisihan di tiap unit pengolahan IPA I serta memberikan rekomendasi perbaikan. Metodologi yang digunakan adalah mengevaluasi kinerja IPA I berdasarkan kriteria desain dan menganalisa kualitas air baku dan air hasil produksi dengan standar baku mutu yang telah ditetapkan. Dari hasil penelitian bahwa air baku sungai Kapuas sudah memenuhi standar baku mutu air baku kelas I menurut PP.No. 82 Tahun 2001, tetapi untuk kekeruhan dan warna di atas baku mutu yaitu 39 NTU melebihi standar baku mutu 25 NTU dan warna 248 Pt.Co melebihi standar baku mutu 50 Pt.Co. Unit pengolahan IPA I terdiri dari koagulasi, flokulasi, sedimentasi, dan filtrasi. Pada unit koagulasi mempunyai efisiensi penyisihan kekeruhan 71,79% dan warna 72,89%. Unit flokulasi efisiensi penyisihan kekeruhan 82,05% dan warna 87,90%. Unit Sedimentasi efisiensi penyisihan kekeruhan 82,05%, warna 91,13% dan besi 95,55%. Unit filtrasi efisiensi penyisihan kekeruhan 79,49%, warna 91,53 %, dan besi 95,55%. Air hasil produksi IPA I belum memenuhi standar baku mutu air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/1V/2010. Parameter yang belum sesuai standar baku mutu air minum adalah parameter warna, kekeruhan, aluminium. Parameter warna mempunyai konsentrasi 41,20 Pt.Co di atas standar baku mutu 15 Pt.Co, kekeruhan 7 NTU di atas standar baku mutu 5 NTU, aluminium 4 mg/L di atas standar baku mutu 0,2 mg/L. Parameter yang berada di bawah standar baku mutu adalah TDS, sulfat, dan besi. TDS mempunyai konsentrasi 110 mg/L di bawah standar baku mutu 1000 mg/L, sulfat mempunyai konsentrasi 25 mg/L di bawah standar baku mutu 250 mg/L, besi mempunyai konsentrasi 0,03 mg/L di bawah standar baku mutu 0,3 mg/L. Secara keseluruhan kinerja unit pengolahan IPA I masih baik, tetapi pada unit flokulasi perlu adanya perbaikan untuk mengoptimalkan kinerja unit tersebut, yaitu dengan menambahkan baffle channel pada unit pengolahan sehingga kinerja di unit flokulasi dapat menjadi lebih baik. Kata kunci : IPA , Air Baku, Efisiensi