z-logo
open-access-imgOpen Access
Sejarah Tari Keling Dan Upaya Pelestariannya (Studi Historis Sosiologis Di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Tahun 1942-2012)
Author(s) -
Yudi Prasetiyo,
Hartono Hadi Wasito
Publication year - 2014
Publication title -
agastya
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
eISSN - 2502-2857
pISSN - 2087-8907
DOI - 10.25273/ajsp.v4i01.823
Subject(s) - humanities , art
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kesenian Tari Keling di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Selain itu peneliti juga ingin mengetahui bagaimana pelestarian kesenian Tari Keling tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan yaitu antara bulan Februari sampai Juni berlokasi di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Bentuk dari penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang datanya tidak berbentuk angka dan biasanya menekankan untuk memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis studi kasus. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Sumber data yang dipakai yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Validasi yang dipergunakan untuk menguji kebenaran data menggunakan trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi atau proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah kesenian Tari Keling Di Dusun Mojo pada awalnya dirintis oleh Khasan Ngali dan beberapa masyarakat Dusun Mojo lainnya. Tarian tersebut pada awalnya diciptakan untuk menghibur masyarakat yang pada saat hari raya Idul Fitri tidak mempunyai cukup biaya untuk mengadakan pesta hiburan dikarenakan gagal panen atau paceklik. Pada masa kini Tari Keling dipentaskan setiap Hari Raya Idul Fitri, Satu Syuro dan acara-acara lainnya. Bentuk pelestarian yang dilakukan masyarakat adalah dengan berdirinya suatu paguyuban Tari Keling yang diberi nama Guno Joyo dan juga pementasan rutin yang diadakan setiap Idul Fitri, Satu Suro dan acara Agustusan. Selain itu juga diadakan regenerasi dengan diikutsertakanya para generasi muda untuk ikut ambil bagian pada saat pementasan Tari Keling, pembuatan rekaman CD dan juga kaos yang bergambarkan ciri khas Tari Keling.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here