
Penetrasi Jepang Dan Dampaknya Terhadap Batik Pekalongan, 1930-1945
Author(s) -
Satrya Paramanandana,
Ismail Lutfi,
Lutfiah Ayundasari
Publication year - 2021
Publication title -
agastya
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2502-2857
pISSN - 2087-8907
DOI - 10.25273/ajsp.v11i2.8948
Subject(s) - humanities , political science , art
Penelitian ini membahas mengenai penetrasi Jepang ke Hindia Belanda pada tahun 1930-1945. Jepang pada tahun 1930-an mulai mendominasi perekonomian Hindia Belanda terutama dalam hal ekspor kain. Selain itu pada tahun 1942, pendudukan Jepang menimbulkan krisis kain di Hindia Belanda. Penetrasi yang dilakukan secara ekonomi dan militer ini berdampak pada batik di Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sejarah kebudayaan. Hal ini karena dalam artikel ini menyoroti morfologi budaya akibat penetrasi ekonomi dan militer Jepang. Perubahan ini terekam dalam batik Pekalongan periode 1930-1945. Pembahasan dalam artikel ini antara lain masa keemasan dan jatuhnya industri batik di Pekalongan pada 1929-1930, tren gaya batik di Pekalongan menjelang 1930, dan dampak penetrasi Jepang terhadap batik Pekalongan tahun 1930-1945. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetrasi ekonomi dan militer Jepang terhadap Hindia Belanda memengaruhi batik di Pekalongan dari segi ketersediaan kain untuk industri batik dan perubahan tren batik serta tata warna khas Jepang akibat selera pasar.