
Studi Historis Sekolah Kedokteran Di Indoensia Abad XIX
Author(s) -
Aulia Novemy Dhita
Publication year - 2020
Publication title -
agastya
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2502-2857
pISSN - 2087-8907
DOI - 10.25273/ajsp.v10i2.6481
Subject(s) - humanities , political science , art
Pandemi Covid-19 saat ini menggemparkan dunia. Berbagai pihak dari seluruh negara, putar haluan fokus pada Covid-19, terlebih tenaga medis. Peristiwa semacam ini pernah dialami Indonesia pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda yang kewalahan menghadapi penyakit Cacar. Berangkat dari peristiwa tersebut, sangat menarik untuk mengangkat permasalahan yaitu bagaimana sejarah sekolah kedokteran di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk merekonstruksi sejarah sekolah kedokteran di Indonesia. Adapun metode yang digunakan adalah metode historis yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah kedokteran di Indonesia berawal dari epidemi Cacar yang melanda Jawa pada abad ke-19 dan perkembangnnya tidak lepas dari Politik Etis. Pemerintah Kolonial Belanda lalu membentuk Dokter Djawa School, yang kemudian bermetamorfosa menjadi STOVIA dan Geneeskundige Hoge School. Berbagai kebijakan dan revitalisasi kurikulum mewarnai perjalanan sekolah kedokteran di Indonesia. Saat ini sekolah kedokteran tersebut termasuk pendidikan vokasi dan fakultas kedokteran pada lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.