
Analisis tataniaga tomat di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus
Author(s) -
Anisah Anisah Ramadona,
Sutarni,
Muhamad Zaki Zaini
Publication year - 2021
Publication title -
journal of food system and agribusiness
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
eISSN - 2654-5853
pISSN - 2597-9426
DOI - 10.25181/jofsa.v5i1.1824
Subject(s) - agricultural science , biology
Kecamatan Sumberejo merupakan salah satu sentra produksi tomat tertinggi di Kabupaten Tanggamus. Kegiatan tataniaga tomat dihadapkan pada persoalan harga yang fluktuatif dan keterbatasan saluran tataniaga di tingkat petani sehingga perlu dilakukan analisis sistem tataniaga tomat jika dilihat dari tingginya jumlah produksi di Kecamatan Sumberejo. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi aktivitas tataniaga pada lembaga tataniaga dan saluran tataniaga tomat, menghitung margin tataniaga tomat pada masing-masing saluran tataniaga, menganalisis tingkat efisiensi saluran tataniaga tomat pada masing- masing saluran tataniaga, menganalisis elastisitas transmisi harga dan struktur pasar di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Data pada penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Aktivitas tataniaga yang dilakukan oleh petani yaitu diantaranya aktivitas penjualan tomat, penanggungan risiko, dan pembiayaan. Aktivitas tataniaga pada lembaga tataniaga yaitu meliputi aktivitas penjualan tomat, pembelian tomat, pengangkutan, penimbangan, penanggungan risiko, pembiayaan, dan informasi pasar. Saluran tataniaga yang terbentuk di Kecamatan Sumberejo terdapat 3 saluran. Saluran tataniaga I terdiri dari petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen. Saluran II terdiri dari petani-pedagang besar-pedagang pengecer. Saluran III terdiri dari petani-pedagang pengumpul-pedagang besar-konsumen. Nilai margin pada saluran tataniaga I,saluran tataniaga II, dan saluran tataniaga III masing-masing diperoleh margin sebesar Rp 3.000, Rp 3.000 dan Rp 4.000. Berdasarkan beberapa indikator dan nilai efisiensi pemasaran maka saluran tataniaga II merupakan saluran yang efisien dibandingkan saluran I dan III. Nilai elastisitas transmisi harga yaitu sebesar 0,785(Et<1). Secara umum struktur pasar tomat mengarah pada pasar persaingan tidak sempurna yaitu pasar oligopsoni.