z-logo
open-access-imgOpen Access
Literasi Media Melalui Kajian Linguistik Fungsional di Indonesia
Author(s) -
Wulan Rahmatunisa
Publication year - 2017
Publication title -
fon
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2614-7718
pISSN - 2086-0609
DOI - 10.25134/fjpbsi.v11i2.726
Subject(s) - hoax , humanities , political science , art , medicine , pathology , alternative medicine
Gempuran hoax atau berita bohong menjadi semakin menghawatirkan. Penggunaan sosial media yang menjadi salah satu arena penyebaran hoax harus mendapat perhatian utama khususnya bagi generasi Z yang merupakan konsumen mayoritas dari jejaring tersebut. Pada makalah ini akan dipaparkan mengenai bagaimana peranan literasi media melalui kajian linguistik fungsional menjadi senjata terhadap serangan berita bohong, yang diterapkan dalam ranah pendidikan di Indonesia. Literasi media merupakan sarana untuk menjadikan kita pembaca yang kritis dan tidak langsung terprovokasi oleh isu yang media sajikan (Cope, 2002). Sebagai bagian tak terpisahkan dari esensi Systemic Functional Linguistics atau tata bahasa fungsional, literasi media mengajak kita untuk faham akan bagaimana sebuah teks memiliki multidimensi dalam pengkonstruksian makna (Halliday dan Matthiessen, 2004). Oleh karena itu, sudah saatnya linguistik fungsional digalakan sebagai senjata ampuh anti hoax dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kata kunci:

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here