z-logo
open-access-imgOpen Access
Penerapan Data Mining Menggunakan Algoritma Apriori untuk Menentukan Pola Penyebab Gelandangan dan Pengemis
Author(s) -
Wirta Agustin,
Yulya Muharmi
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal teknologi informasi dan ilmu komputer/jurnal teknologi informasi dan ilmu komputer
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2528-6579
pISSN - 2355-7699
DOI - 10.25126/jtiik.2020721376
Subject(s) - mathematics , informatics engineering , humanities , computer science , philosophy , computer engineering
Gelandangan dan pengemis salah satu masalah yang ada di daerah perkotaan, karena dapat mengganggu ketertiban umum, keamanan, stabilitas dan pembangunan kota. Upaya yang dilakukan saat ini masih fokus pada cara penanganan gelandangan dan pengemis, belum untuk pencegahan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menentukan pola usia gelandangan dan pengemis. Algoritma Apriori sebuah metode Association Rule dalam data mining untuk menentukan frequent itemset yang berfungsi membantu menemukan pola dalam sebuah data ( frequent pattern mining ). Perhitungan manual menggunakan algoritma apriori, menghasilkan pola kombinasi sebanyak 3 rules dengan nilai minimum support sebesar 30% dan nilai confidence tertinggi sebesar 100%. Pengujian penerapan Algoritma Apriori menggunakan aplikasi RapidMiner. RapidMiner salah satu software pengolahan data mining, diantaranya analisis teks, mengekstrak pola-pola dari data set dan mengkombinasikannya dengan metode statistika, kecerdasan buatan, dan database untuk mendapatkan informasi bermutu tinggi dari data yang diolah. Hasil pengujian menunjukkan perbandingan pola usia gelandangan dan pengemis yang berpotensi menjadi gelandangan dan pengemis. Berdasarkan hasil pengujian aplikasi RapidMiner dan hasil perhitungan manual Algoritma Apriori, dapat disimpulkan sesuai kriteria pengujian, bahiwa pola (rules) usia dan nilai confidence (c) hasil perhitungan manual Algoritma Apriori tidak mendekati nilai hasil pengujian menggunakan aplikasi RapidMiner, maka tingkat keakuratan pengujian rendah, yaitu 37.5 %.   Abstract  Homeless and beggars are one of the problems in urban areas as they possibly disrupt public order, security, stability and urban development. The efforts conducted are still focusing on managing the existing homeless and beggars instead of preventing the potential ones. One of the methods used for solving this problem is Algoritma Apriori which determines the age pattern of homeless and beggars. Apriori Algorithm is an Association Rule method in data mining to determine frequent item set that serves to help in finding patterns in a data (frequent pattern mining). The manual calculation through Apriori Algorithm obtains combination pattern of 3 rules with a minimum support value of 30% and the highest confidence value of 100%. These patterns were refences for the incharged department in precaution action of homeless and beggars arising numbers. Apriori Algorithm testing uses the RapidMiner application which is one of data mining processing software, including text analysis, extracting patterns from data sets and combining them with statistical methods, artificial intelligence, and databases to obtain high quality information from processed data. Based on the results of the said testing, it can be concluded that the level of accuracy test is low, i.e. 37.5%.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here