z-logo
open-access-imgOpen Access
KEDUDUKAN ANAK ANGKAT DALAM MASYARAKAT SUKU NGADA DI PULAU FLORES
Author(s) -
Marsalina Kareth,
Endang Pandamdari
Publication year - 2020
Publication title -
reformasi hukum trisakti
Language(s) - Norwegian
Resource type - Journals
ISSN - 2657-182X
DOI - 10.25105/refor.v2i1.10474
Subject(s) - humanities , political science , philosophy
Dalam praktek jika sebuah keluarga tidak dikaruniai anak, mereka melakukan pengangkatan anak. Dalam kasus ini Paulina Mau Gili yang mengangkat Maria Rofina Foa. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pengangkatan Maria Rofina Foa sebagai anak angkat menurut Hukum Adat Suku Ngada dan apakah putusan nomor 10/Pdt.G/2017/PN Bjw tentang pengangkatan Maria Rofina Foa telah sesuai dengan Hukum Adat Suku Ngada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kesesuaian pengangkatan Maria Rofina Foa sebagai anak angkat menurut Hukum Adat Suku Ngada dan untuk menggambarkan kesesuaian putusan nomor 10/Pdt.G/2017/PN Bjw tentang pengangkatan Maria Rofina Foa dengan Hukum Adat Suku Ngada. Adapun tipe penelitian ini adalah normatif dengan melakukan penelitian kepustakaan, menggunakan data sekunder yang memberikan penjelasan tentang permasalahan yang terjadi yang dianalisa secara kualitatif yang dilakukan terhadap data primer maupun data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat adat suku Ngada mengutamakan anak perempuan, Pengangkatan Maria Rofina Foa oleh Paulina Mau Gili sah menurut hukum adat suku Ngada, sehingga Maria Rofina Foa berhak untuk menjadi ahli waris dari Paulina Mau Gili, anak angkat pada masyarakat adat suku Ngada termasuk dalam kelompok keutamaan satu (1), putusan yang diberikan oleh Pengadilan Negeri Bajawa tidak sesuai dengan hukum adat suku Ngada, sedangkan putusan Pengadilan Tinggi Kupang dan Mahkamah Agung telah sesuai dengan hukum adat suku Ngada.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here