
Karakteristik Disturbansi di Rentang Frekuensi 9 kHz – 150 kHz pada Sistem UPS
Author(s) -
Rheo Loridho Pratama,
Budi Sudiarto
Publication year - 2020
Publication title -
jetri/jetri : jurnal ilmiah teknik elektro
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2541-089X
pISSN - 1412-0372
DOI - 10.25105/jetri.v17i2.6080
Subject(s) - physics , electrical engineering , inverter , voltage , engineering , quantum mechanics
The Uninterruptible Power Supply (UPS) contains power electronic components including inverter, the application of inverter will cause voltage disturbances at high frequency because switching frequency from inverter are at high frequency. The data recorded by oscilloscope along with Picolog Recorder software and processed by Matlab software to make it more efficient. Research conducted when the UPS in battery mode with resistive load level variation of electric water heater. From the test results it was found that voltage disturbances occur in three dominant frequency ranges at each resistive load level variation, that is 19-24 kHz, 39-44 kHz and 59-64 kHz. At 0% load condition when the battery is fully charged, the peak voltage disturbances occur at 207,43 mV at frequency of 20 kHz and at 100% load condition when the battery condition has linearly reduced the peak voltage disturbances occur at 46,42 mV at frequency 19,8 kHz. Pada setiap alat Uninterruptible Power Supply (UPS) terdapat komponen elektronika daya termasuk inverter, oleh sebab itu dengan penggunaan inverter akan menimbulkan tegangan disturbansi pada frekuensi tinggi karena frekuensi pensaklaran dari inverter berada pada frekuensi tinggi. Untuk perekaman data menggunakan alat osiloskop beserta software Picolog Recorder dan untuk pengolahan datanya menggunakan software Matlab agar lebih efisien. Penelitian dilakukan saat perangkat UPS menggunakan mode baterai dan dengan tingkat variasi pembebanan beban resistif berupa pemanas air elektrik. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa disturbansi tegangan terjadi pada tiga rentang frekuensi dominan pada setiap tingkat variasi pembebanan beban resistif yaitu frekuensi 19-24 kHz, 39-44 kHz dan 59-64 kHz. Pada kondisi pembebanan 0% saat kondisi baterai terisi penuh disturbansi tegangan puncak yang terjadi sebesar 207,43 mV pada frekuensi 20 kHz dan pada kondisi pembebanan 100% saat kondisi baterai sudah berkurang secara linear disturbansi tegangan puncak yang terjadi sebesar 46,42 mV pada frekuensi 19,8 kHz.