
Mengenal Siswa Disleksia Sejak Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar
Author(s) -
I Made Sukma Muniksu,
Ni Made Muliani
Publication year - 2021
Publication title -
adi widya/adi widya : jurnal pendidikan dasar
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2685-8312
pISSN - 2527-5445
DOI - 10.25078/aw.v6i1.2083
Subject(s) - humanities , psychology , art
Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kondisi siswa dengan disleksia. Disleksia bukanlah sebuah penyakit sehingga tidak ada obatnya, karena siswa disleksia hanya membutuhkan bimbingan dan perhatian khusus. Siswa-siswa disleksia bukanlah siswa yang bodoh, mereka hanya anak-anak unik memiliki caranya sendiri untuk menerima pembelajaran. Masyarakat luas di Indonesia belum banyak yang mengetahui tentang disleksia, jadi anak-anak yang tidak bisa membaca dan menulis hingga usia yang normal dianggap sebagai anak-anak yang bodoh atau malas. Padahal jika dilihat, anak-anak disleksia secara penampilan memiliki fisik yang sama persis dengan anak-anak normal seperti pada umumnya. Guru sebaiknya mendampingi siswa dalam melatih siswa mengenal tulisan dan bacaan, sehingga motivasi belajar siswa akan tumbuh terutama diawali di tingkat Sekolah Dasar. Contohnya dapat dilakukan dengan membacakan cerita yang menarik, menulisi di papan agar siswa dapat menyalin, menyediakan buku-buku bacaan bergambar dan tidak lupa lebih sering memberikan kesempatan kepada siswa disleksia untuk tampil di depan kelas untuk menambah motivasinya terutama dalam pembelajaran. Sehingga cara guru untuk mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia di Sekolah dasar adalah sebagai berikut : (a) Meningkatkan motivasi belajar pada siswa; (b) Menggunakan media pembelajaran yang menarik; (c) Meningkatkan rasa percaya diri pada siswa; (d) Tidak pernah menyalahkan anak atas kondisinya (disleksia); dan (e) Selalu mendampingi siswa pada saat pembelajaran.