z-logo
open-access-imgOpen Access
CHRONIC MIELOMONOSITIC LEUKEMIA PADA USIA MUDA
Author(s) -
Rangga Lunesia,
Irza Wahid
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal kesehatan andalas
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2615-1138
pISSN - 2301-7406
DOI - 10.25077/jka.v7i0.828
Subject(s) - medicine , gynecology
Chronic Mielomonositic Leukemia (CMML) adalah keganasan heterogen yang ditandai dengan monositosis di darah perifer (>1x109/L), terdapat kelainan mielodisplastik dan mieloproliferatif di sumsum tulang, dan memiliki kecendrungan untuk bertransformasi menjadi leukemia myeloid akut. Angka kejadian CMML sangat jarang, di Indonesia tercatat hanya 2,5 % kasus dari keseluruhan MDS. Pengobatan pada MP-CMML dengan jumlah blast sedikit adalah pemberian terapi sitoreduktif yaitu hydroxyurea yang bertujuan mengontrol proliferasi myelomonositic sel dan mengurangi organomegali. Telah dilaporkan suatu kasus laki-laki 28 tahun dengan keluhan pucat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis dan splenomegali. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 6.5 gr/dl, leukosit: 93.540/mm3, hitung jenis: 1/0/6/42/8/27. Pemeriksaan BMP menunjukkan aktivitas Granulopoeitik: meningkat, ditemukan mieloblast 3%, Promielosit 3%, monoblast 2%, Promonosit 1%, dominasi monosit 33%, ditemukan juga dysplasia seperti pseudo pelgerhuet, dengan kesan sesuai gambaran Chronic Mielomonositic Leukemia. Pada pasien ini dengan jumlah leukosit > 13 x 109/L termasuk kedalam MP-CMML diberikan terapi hydroxyurea. Follow up setelah pemberian terapi Hb 8.8 gr/dl, Leukosit 38.200/mm3, pada hitung jenis: 0/1/5/45/7/23.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom