
PENGEMBANGAN KREATIVITAS MASYARAKAT UNTUK MENCIPTAKAN DESA MANDIRI DI NAGARI GURUN PANJANG BARAT
Author(s) -
Rosnita Rauf,
Sunreni Sunreni,
Wahyouni Wahyouni
Publication year - 2020
Publication title -
buletin ilmiah nagari membangun
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
ISSN - 2622-9978
DOI - 10.25077/bina.v3i2.198
Subject(s) - biogas , physics , waste management , engineering
Tujuan kegiatan ini, melakukan sosialisasi dan pendampingan dari program yang akan dilakukan. metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari mengidentifikasi masalah, melakukan pemetaan permasalahan yang ada dan monitoring pelaksanaan pada saat kegiatan berlangsung. Kegiatan ini dilakukan dengan menggerakkan ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Kita juga memberikan sosialisasi kepada Ibu-Ibu PKK agar menghasilkan pemahaman dari program yang akan dijalankan. Nagari Gurun Panjang Barat, termasuk masyarakat yang banyak beternak sapi, dimana selama ini kotoran sapinya belum pernah dimanfaatkan. Pada umumnya masyarakat belum mengenal energi terbarukan yang berasal dari limbah kotoran sapi, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan biogas. Pengolahan kotoran sapi ini menjadi energy alternative biogas, banyak manfaatnya yakni selain untuk bahan bakar rumah tangga, biogas ini menghasilkan pupuk organik. Pemahaman inilah yang akan diberikan kepada masyarakat bahwa kotoran sapi tersebut bisa dijadikan Biogas dimana gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobic atau fermentasi dari bahan-bahan organic, baik itu kotoran hewan, manusia atau lainnya. Kandungan utama dalam biogas adalah metana (CH4) 60% dan Karbon Dioksida (CO2) 38%. Jika metana dalam biogas terbakar, maka energy yang dihasilkan lebih bersih dari batu bara dan hal ini menyebabkan emisi karbon dioksida berkurang. Kotoran dari 2 ekor sapi per harinya menghasilkan biogas 2 m3, dimana untuk 1 m3 biogas, setara dengan 0,48 kg LPG, 0,62 liter minyak tanah dan 3,5 kg kayu bakar. Selama ini masyarakat tidak menyadari, bahwa kotoran sapi tersebut memiliki nilai ekonomi. Selain itu, ibu PKK dilatih agar dapat menggerakkan UMKM dengan membuat asesoris wanita yang dapat menambah nilai pendapatan mereka.