
Aktivitas Penangkap Radikal Bebas Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga dengan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil)
Author(s) -
Titiek Martati,
Gigin Devita S.
Publication year - 2016
Publication title -
proceedings mulawarman pharmaceuticals conference
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2614-4778
DOI - 10.25026/mpc.v3i2.143
Subject(s) - physics , traditional medicine , food science , chemistry , medicine
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Buah naga merupakan salah satu sumber antioksidan alami, merupakan satu jenis buah tropis dengan kandungan polifenol. Kulit buah naga merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan, padahal kulit buah naga mengandung senyawa antioksidan kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sebagai penangkap radikal bebas dari ekstrak etanol 70% kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) dan naga putih (Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Ekstrak etanol 70% dibuat dengan metode maserasi, uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH secara spektrofotometri visibel dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Akivitas penangkap radikal bebas ekstrak etanol 70% dinyatakan dalam IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% kulit buah naga merah dan naga putih memiliki aktivitas sebagai penangkap radikal bebas. Nilai IC50 ekstrak kulit buah naga merah (76,19±2,44) µg/ml dan kulit buah naga putih memiliki nilai IC50 (101,75 ± 2,13) µg/ml, sedangkan vitamin C memiliki nilai IC50 3,81 µg/ml. Berdasarkan tabel anova data berbeda bermakna, menunjukkan adanya perbedaan aktivitas penangkap radikal bebas antara kulit buah naga merah dan naga putih.