
Metabolit Sekunder dan Efek Penyembuhan Luka Sayat Ekstrak Etanol Buah Pandan Duri (Pandanus tectorius Soland) pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus)
Author(s) -
Nur Aida Febriana,
Aditya Fridayanti,
Arsyik Ibrahim
Publication year - 2016
Publication title -
proceedings mulawarman pharmaceuticals conference
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2614-4778
DOI - 10.25026/mpc.v3i2.125
Subject(s) - traditional medicine , medicine
Penelitian ini mengenai efek penyembuhan luka ekstrak etanol buah pandan duri (Pandanus tectorius Soland). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah rendemen, kandungan metabolit sekunder dan efek penyembuhan luka dari ekstrak etanol buah pandan duri (pandanus tectorius Soland) pada tikus putih. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat luka sepanjang 2 cm pada hewan coba yang telah dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak buah pandan duri 2,5%, ekstrak buah pandan duri 3,75% dan ekstrak buah pandan duri 5%. Pengamatan luka dilakukan selama 10 hari. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak etanol buah pandan duri memiliki rendemen sebanyak 17,62% dan dengan kandungan metabolit sekunder berupa fenol, steroid dan alkaloid. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata panjang luka pada konsentrasi 2,5% sebesar 0,878, konsentrasi 3,75% sebesar 0,685 dan konsentrasi 5% yaitu 0,761. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Variant) dua arah dan uji lanjutan Perbandingan Berganda Duncan menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pandan duri dengan konsentrasi 3,75% efektif dalam menyembuhkan luka pada tikus dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan Bioplacenton®.