
ANALISIS EFISIENSI ALAT PENYULINGAN MINYAK NILAM (PATCHOULY OIL ) DENGAN PROSES KAPASITAS KERING 30 KG PER JAM
Author(s) -
Indriyani Indriyani
Publication year - 2017
Publication title -
teknika sains
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2548-6411
pISSN - 2548-6403
DOI - 10.24967/teksis.v2i2.310
Subject(s) - physics
Minyak Nilam (patchouly oil) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri/minyak nilam. Minyak nilam merupakan salah satu komoditas ekspor minyak atsiri lainnya. Minyak nilam ini menyumbang sekitar 50% dari total nilai ekspor minyak atsiri. Untuk mendapatkan minyak nilam proses produksi dilakukan dengan cara penyulingan. Proses penyulingan ini dilakukan untuk memisahkan air/minyak yang terkandung didalam nilam. Dalam proses penyulingan minyak nilam terdiri dari bagian yang utuma adalah bahan yang digunakan, bahan bakar, dapur, ruang pemanas dan ruang pendingin. Pembakaran merupakan suatu proses pensenyawaan antara unsur-unsur bahan bakar dengan zat asam (berasal dari udara) disertai dengan keluarnya kalor. Kalor yang dilepaskan ini akan sebanding dengan banyaknya unsur-unsur yang terkandung dalam bahan bakar. Setiap unsur mengeluarkan kalor yang berbeda. Dalam perencanaan ini yang digunakan sebagai bahan bakar adalah kayu dengan berat jenis 0,70% dengan komposisi kimia sebagai berikut: C= 38,90 - 53,50 %; H= 5,80 - 6.30 %. ? = 40,30 - 44,60 %. Perencanaan unit penyulingan minyak nilam ini, proses dimulai dari perhitungan perpindahan panas dari bahan bakar dapur, ruang. Pemanas dan ruang pendingin (kondesor) dalam satu jam produksi. Dalam hal ini bahan baku yang digunakan adalah nilam dengan kapasitas 30 kg/jam nilam kering yang masih mengandung kadar air/minyak 30 % standar dari nilam siap untuk diproses. Penggunaan bahan bakar disesuaikan dengan jenis bahan bakar yang digunakan. Bentuk dapur harus efisien agar panas y??g dihasilkan dapat maksimal. Ruang pemanas di sesuaikan dengan kapasitas produksi.