
PERANCANGAN RUSUNAWA SEBAGAI HUNIAN SEHAT DAN BERKELANJUTAN BAGI MBR DI KAPUK, JAKARTA BARAT
Author(s) -
Robby Indrajaya,
Diah Anggraini
Publication year - 2022
Publication title -
jurnal sains, teknologi, urban, perancangan, arsitektur
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-6263
pISSN - 2685-5631
DOI - 10.24912/stupa.v3i2.12385
Subject(s) - rainwater harvesting , population , business , geography , socioeconomics , environmental planning , environmental protection , environmental health , medicine , ecology , sociology , biology
The human population in the world continues to grow rapidly. In Indonesia, especially DKI Jakarta is the most densely populated province in Indonesia with a total population of more than 10 million people. This causes residents in DKI Jakarta to be vulnerable to forming slums in various corners of the city because many residents cannot buy decent houses so that the presence of slums will affect the health of residents and the city itself. Therefore, this project aims to design an alternative healthy and decent housing in the middle of the city as a form of resilience for the City of Jakarta against its growing population, and efforts to implement environmentally friendly building systems such as the use of solar energy as an alternative to needs. electricity, reuse of rainwater for the clean water needs of its residents, as well as increasing the green area of the city both in the design site and from the land of former slums. The target of this project is Low-Income Communities (MBR) in DKI Jakarta, especially in the Kapuk area which is the most populous urban village in DKI Jakarta. This flat is designed by prioritizing health, the efficiency of space requirements, adaptation to population density, and environmental friendliness. The method used is descriptive-qualitative with a typology study approach, both from the basic form of the dwelling, the floor composition, as well as case studies from various dwellings in Jakarta. Thus, this project can provide comfort and decent housing for Low-Income People. Key words: Healthy Housing; Low Income People (MBR); Rusunawa; Sustainable Housing AbstrakPopulasi manusia di dunia terus bertambah dengan pesat. Di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, merupakan provinsi paling padat di Indonesia dengan total populasi mencapai 10 juta lebih penduduk. Hal ini menyebabkan penduduk di DKI Jakarta rentan membentuk permukiman kumuh di berbagai sudut kota karena banyak warga yang tidak memiliki kemampuan untuk membeli rumah yang layak sehingga dengan hadirnya permukiman kumuh tersebut akan mempengaruhi kesehatan penghuni dan wilayah kota itu sendiri. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan untuk merancang sebuah alternatif hunian sehat dan layak di tengah kota sebagai suatu bentuk ketahanan (resilience) Kota Jakarta terhadap populasi penduduknya yang terus bertambah banyak, dan upaya untuk menerapkan sistem bangunan ramah lingkungan seperti penggunaan energi surya sebagai alternatif kebutuhan listrik, penggunaan kembali air hujan untuk kebutuhan air bersih penghuninya, serta memperbanyak lahan hijau kota baik di dalam tapak perancangan maupun dari lahan eks permukiman kumuh. Target dari proyek ini adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di DKI Jakarta, terutama di wilayah Kapuk yang merupakan kelurahan penduduk terbanyak di DKI Jakarta. Rumah susun ini dirancang dengan mengedepankan kesehatan, efisiensi kebutuhan ruang, adaptasi dengan kepadatan penduduk, dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi tipologi, baik dari bentuk dasar hunian, penyusun lantainya, serta studi kasus dari berbagai hunian yang ada di Jakarta. Dengan demikian, proyek ini dapat memberikan kenyamanan dan hunian yang layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).