
REDESAIN PASAR KOPRO MENJADI PASAR BERBASIS NOL SAMPAH MAKANAN, GROGOL PETAMBURAN
Author(s) -
Venny Mettasari,
Petrus Rudi Kasimun
Publication year - 2022
Publication title -
jurnal sains, teknologi, urban, perancangan, arsitektur
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-6263
pISSN - 2685-5631
DOI - 10.24912/stupa.v3i2.12360
Subject(s) - food waste , business , waste management , sustainability , municipal solid waste , environmental science , environmental economics , engineering , economics , ecology , biology
Food waste is one of the ecological issues that exist in big cities. In fact, food waste is one of the biggest causes of the greenhouse effect. Food that is thrown away, if stockpiled can produce methane gas which can destroy the ozone layer which can lead to global warming. According to data from the Ministry of Environment and Forestry's National Waste Management Information System for 2017-2018, the composition of food waste in West Jakarta is the highest among other metropolitan areas with 70% of the composition of waste is food waste. Therefore, the need for handling so that food waste can be processed so that it can be reused. The proposed program aims to create a market cycle based on zero food waste which is expected to reduce environmental issues regarding the amount of food waste that is wasted, especially in the city of Jakarta. The concept used is a sustainable building that uses green architectural design methods so that it can accommodate community activities so that this building is designed to have a semi-open inner space and uses environmentally friendly materials. This market program is also supported by several other programs such as processing and community programs, small kitchens, and dining areas. Activity grouping is made based on zoning and takes into account the privacy of each activity. With this building, it is hoped that it can reduce the increase in food waste which can increase global warming. Keywords: food waste; global warming, green architecture, zero food waste marketAbstrakSampah makanan adalah salah satu isu ekologi yang terdapat pada kota-kota besar. Nyatanya, sampah makanan merupakan salah satu penyebab efek rumah kaca terbesar. Makanan yang dibuang, jika ditimbun dapat menghasilkan gas metana yang dapat merusak lapisan ozon yang dapat mengakibatkan pemanasan global. Menurut data sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional KLHK tahun 2017-2018, komposisi sampah sisa makanan di Jakarta Barat merupakan yang tertinggi diantara daerah metropolitan lainnya dengan 70% komposisi dari sampah adalah sampah makanan. Oleh karena itu, diperlukannya penanganan agar sampah makanan dapat diolah agar bisa digunakan kembali. Program yang diusulkan memiliki tujuan untuk menciptakan siklus pasar berbasis nol sampah makanan yang diharapkan dapat mengurangi isu lingkungan tentang banyaknya sampah makanan yang terbuang khususnya di Kota Jakarta. Konsep yang digunakan adalah bangunan berkelanjutan yang menggunakan metode desain arsitektur hijau agar dapat mewadahi kegiatan masyarakat sehingga bangunan ini di desain memiliki ruang dalam yang semi terbuka dan menggunakan material yang ramah lingkungan. Program pasar ini pun didukung dengan beberapa program yang lainnya seperti program pengolahan, dan komunitas, dapur kecil, serta area makan. Pengelompokkan kegiatan dibuat berdasarkan zoning dan memperhatikan privasi dari setiap kegiatan. Dengan adanya bangunan ini diharapkan dapat mengurangi maraknya sampah makanan yang dapat meningkatkan pemanasan global.