
PENDEKATAN DESAIN KESEHARIAN PADA EKOWISATA MANGROVE DI DESA PANTAI MEKAR, MUARA GEMBONG, BEKASI
Author(s) -
Gracia Kristina,
Timmy Setiawan
Publication year - 2022
Publication title -
jurnal sains, teknologi, urban, perancangan, arsitektur
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-6263
pISSN - 2685-5631
DOI - 10.24912/stupa.v3i2.12333
Subject(s) - mangrove , ecotourism , geography , mangrove ecosystem , agroforestry , forestry , tourism , ecology , environmental science , biology , archaeology
Mangrove is one of the plants that thrives along the coast in Indonesia. The existence of the mangrove ecosystem brings impacts and benefits, both for living things, the environment and the community around the coast. People use mangroves to meet their daily needs, from roots, leaf stems to fruit. Massive use of mangroves has resulted in damage to the mangrove ecosystem. The Mangrove Ecotourism Project aims to improve the existing mangrove ecosystem due to degradation and introduce the use of mangrove fruit that is more environmentally friendly, does not damage the mangrove ecosystem by not cutting down the roots and generating economic value. In Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Degradation is defined as a setback and decline. The Mangrove Ecotourism project uses the Everydayness method. By using the Everydayness method, Mangrove Ecotourism seeks to provide a daily picture as an initial introduction from seeding until mangrove trees can grow. mangrove park. Mangrove Ecotourism is located in Pantai Mekar Village, Muara Gembong, Bekasi, the design site is on land equipped with mangroves. In the Mangrove Ecotourism program, there are several programs, namely mangrove seeding and planting, spa, mangrove fruit processing for beauty products and snack workshops made from mangroves as well as various other supporting programs such as restaurants, recreation areas, etc.Keywords: Degradation; Ecotourism; Mangrove Ecotourism AbstrakMangrove merupakan salah satu tanaman yang tumbuh subur di sepanjang pantai yang ada di Indonesia. Keberadaan ekosistem mangrove membawa berbagai dampak dan manfaat, baik bagi makluk hidup, lingkungan maupun masyarakat disekitar pesisir pantai. Masyarakat memanfaatkan mangrove yang melimpah dan kaya manfaat ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari akar, batang daun hingga buahnya. Pemanfaatan Mangrove secara besar-besaran mengakibatkan rusaknya ekosistem Mangrove. Proyek Ekowisata Mangrove bertujuan untuk memperbaiki ekosistem mangrove yang ada akibat degradasi serta memperkenalkan pemanfaatan buah mangrove yang lebih ramah lingkungan, tidak merusak ekosistem mangrove dengan tidak menebang akar – batang dan menghasilkan nilai ekonomi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), degradasi diartikan sebagai kemunduran, kemerosotan dan penurunan. Proyek Ekowisata Mangrove ini menggunakan metode keseharian. Ekowisata mangrove berusaha untuk memberikan gambaran keseharian sebagai pengantar awal dari mulai pembenihan hingga pohon mangrove dapat tumbuh. Partisipatif dengan mengajak dan memperlihatkan kepada pengunjung pemanfaatan mangrove yang tidak menebang pohon mangrove semata serta pengungkapan realitas ekosistem mangrove dengan adanya rekreasi, observation deck dan taman mangrove. Ekowisata Mangrove terletak di Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Bekasi, tapak perancangan berada di lahan yang dikelilingi oleh tumbuhan mangrove. Pada program Ekowisata Mangrove terdapat beberapa program yaitu pembenihan dan penanaman mangrove, spa, Pengolahan buah mangrove untuk produk kecantikan dan workshop jajanan yang berbahan dasar mangrove serta berbagai program penunjang lainnya seperti restoran, area rekreasi, dsb.