
RUANG KERAGAMAN BERBASIS SOSIOKULTURAL, KAWASAN MUARA BARU
Author(s) -
Jennifer Jennifer,
J.M. Joko Priyono Santoso
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal sains, teknologi, urban, perancangan, arsitektur
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-6263
pISSN - 2685-5631
DOI - 10.24912/stupa.v2i2.8608
Subject(s) - baru , geography , business , sociology , archaeology , islam
Muara Baru is one of the largest slums area in Jakarta. At first, this area wasn’t full of houses. But since late 1980s, development of industrial area in Muara Baru increase rapidly, the number of urbanizations has gone up. And the density in this area became very high. This has a huge impact on society in their daily lives, and this will create exclusion social between individuals. One of the ways to eliminate the exclusion social is increase the socio- culture asset, because there’s needs for investation development of peoples in Muara Baru. So the project that will be built is aiming the people of the Muara Baru area can improve the quality of individual performance The method of research used in this project is descriptive method and comparative method. The result of this research is “Diversity Socioculture Space, Muara Baru”. The main program in this project is social and education with socioculture concept, like having weekly culture bazzar. So the results of this design are aimed at the community, so that they can eliminate the sense of social exclusivity between individuals, and from the formation of productive individuals, so they will improve Muara Baru area. Keywords: open architecture; slums; sociocultural; social exclusion AbstrakMuara Baru merupakan salah kawasan terkumuh di Jakarta, padahal awalnya kawasan ini belum dipenuhi oleh permukiman. Namun semenjak terjadinya perkembangan pada kawasan industri pada akhir tahun 1980-an di Muara Baru, tingkat urbanisasi menjadi meningkat, sehingga kepadatan pada kawasan ini juga menjadi sangat tinggi. Hal ini sangat berdampak kepada masyarakat dalam aktivitas sehari-harinya, yaitu terciptanya eksklusi sosial antar masyarakat. Salah satu untuk menghilangkan rasa eksklusi sosial masyarakat Muara Baru adalah dengan cara meningkatkan modal sosiokulturalnya, karena itu perlu adanya investasi sosiokultural dalam pengembangan masyarakat Muara Baru. Sehingga perancangan bertujuan agar masyarakat kawasan Muara Baru dapat meningkatkan kualitas performa individu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskritif dan Metode Komparatif. Dari hasil penelitian ini, hasil yang diusulkan adalah “Ruang Keragaman Berbasis Sosiokultural”, Kawasan Muara Baru. Program utamanya adalah sosial dan edukasi dalam basis sosiokultural, seperti adanya bazar kebudayaan mingguan. Hasil perancangan ini ditujukan untuk masyarakat, agar mereka dapat menghilangkan rasa eksklusi sosial, sehingga terbentuknya individu yang lebih produktif,dan perlahan mereka akan meningkatkan kawasan Muara Baru).