z-logo
open-access-imgOpen Access
RUANG KOMUNITAS TIONGHOA DI GLODOK
Author(s) -
Leonardo Leonardo,
Dewi Ratnaningrum
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal sains, teknologi, urban, perancangan, arsitektur
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-6263
pISSN - 2685-5631
DOI - 10.24912/stupa.v2i2.8564
Subject(s) - recreation , entertainment , socialization , sociology , dance , advertising , space (punctuation) , population , social relation , media studies , visual arts , political science , art , computer science , social science , business , demography , law , operating system
The development of modern urban society tends to have an individual nature and is more aloof to its personal space, where humans should be created as social beings who need interaction and socialization with people around them. Modern times with their technologies make society more selfish and as if they do not need others. To meet social needs in the current modern era, it takes a social container that can accommodate the activities of the surrounding community. The community can meet with each other, socialize and also interact through these social media platforms. Glodok is known as a Chinatown in Jakarta, the majority of the population are Chinese. The Chinese Community Room in Glodok is present as the third room or "The Third Place", where the third place as a place for people to gather, interact and move with each other. The project is intended as a forum for local people and migrants to interact together, and create an atmosphere like the old days full of fun, comfort, and free to be visited by anyone, such as entertainment venues, games, dance performances and dance. The idea of the program planned in this project will be a place to be able to enjoy performances and recreation for the local community and its surroundings with programs in it such as performance areas, parks, food culinary, games, and art galleries. This project design method takes contextuality around the site and takes local Chinese elements into account. Keywords:  community; interaction; social; space AbstrakPerkembangan masyarakat kota modern cenderung memiliki sifat yang individual dan lebih menyendiri terhadap personal space-nya, dimana seharusnya manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dan sosialisasi dengan orang disekitarnya. Zaman modern dengan teknologi-teknologinya membuat masyarakat lebih mementingkan diri mereka sendiri dan seakan tidak membutuhkan orang lain. Untuk memenuhi kebutuhan sosial di era modern saat ini, dibutuhkan wadah sosial yang dapat menampung aktivitas-aktivitas masyarakat sekitar. Masyarakat dapat saling bertemu, bersosialisasi dan juga berinteraksi melalui media wadah sosial tersebut. Glodok dikenal sebagai pecinan di Jakarta, Mayoritas penduduk nya adalah kaum Tionghoa. Ruang Komunitas Tionghoa di Glodok hadir sebagai ruang ketiga atau “The Third Place”, dimana tempat third place sebagai tempat untuk masyarakat dapat berkumpul, berinteraksi dan beraktivitas dengan sesamanya. Proyek ditujukan sebagai wadah bagi masyarakat setempat maupun pendatang untuk berinteraksi bersama, dan membangkitkan suasana seperti dahulu kala yang penuh dengan rasa senang, nyaman, dan bebas untuk dikunjungi oleh siapapun, seperti tempat hiburan, permainan, pertunjukan barongsai dan tari-tarian. Ide dari program yang direncanakan dalam proyek ini akan menjadi tempat untuk dapat menikmati pertunjukan dan rekreasi bagi masyarakat setempat dan sekitarnya dengan program yang di dalamnya seperti area pertunjukan, taman, kuliner makanan, permainan, dan galeri seni. Metode perancangan proyek ini mengambil kontekstual pada sekitar tapak dan mengambil unsur-unsur Tionghoa kawasan setempat.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here