z-logo
open-access-imgOpen Access
RUANG INTERAKTIF DI MERUYA UTARA
Author(s) -
Ursula Andrea
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal sains, teknologi, urban, perancangan, arsitektur
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-6263
pISSN - 2685-5631
DOI - 10.24912/stupa.v2i1.6859
Subject(s) - visitor pattern , solidarity , grassroots , sociology , space (punctuation) , media studies , humanities , political science , art , computer science , law , politics , programming language , operating system
Third place is a neutral place, and simple (unpretentious). This place must be playful or fun for anyone, so that when leaving the third place, people come out happily. This place has no rules at home or work. Third place is also a place where people gather, and have the same status. Also in this project the third place comes as a form of open architecture that is friendly to the environment and makes the city better. The main activity of this project is the interaction with the programs offered, the activity itself and with fellow visitors. The focus of the third place is shown on the impact of "The Solidarity Economy" or according to Ethan Miller of the Grassroots Economic Organizing Collective in Australia, The "solidarity economy", is an invitation to reach a broad scope of the workings of an economy based on sharing. This system makes it easy for people to be able to access facilities without having something that will create interaction between visitors and visitors. This happened because the project was designed to form communal activities. The communal activities that occur are playful activities. Like, misbar space, café boardgame and also sports space that is not competitive. Like the criteria contained in the third place theory which has playful criteria. The rooms that are formed are designed and planned so that each visitor can interact with other visitors and with existing programs.Abstrak Third place adalah tempat netral, dan sederhana (unpretentious). Tempat ini haruslah playful atau menyenangkan bagi siapapun, sehingga ketika meninggalkan third place, orang keluar dengan bahagia. Tempat ini tidak memiliki aturan yang ada di rumah maupun tempat kerja. Third place juga merupakan tempat masyarakat berkumpul, dan memiliki status yang sama. Selain itu dalam proyek ini third place hadir sebagai bentuk dari open architecture yang bersahabat dengan lingkungannya dan membuat kota menjadi lebih baik. Aktifitas utama dari proyek ini adalah interaksi dengan program yang ditawarkan, aktifitas itu sendiri maupun dengan sesama pengunjung. Fokus third place ditunjukan pada dampak dari “The Solidarity Economy” atau ekonomi solidaritas yang menurut Ethan Miller dari Grassroots Economic Organizing Collective di Australia, The “solidarity economy”, adalah sebuah undangan untuk menjangkau lingkupan yang luas mengenai cara kerja ekonomi yang berlandaskan berbagi.  Sistem ini memudahkan masyarakat untuk dapat mengakses fasilitas tanpa memiliki sesuatu yang akan menciptakan interaksi antara pengunjung dengan pengunjung. Hal ini terjadi karena proyek ini dirancang untuk membentuk aktifitas komunal. Adapun aktifitas komunal yang terjadi adalah aktifitas yang bersifat playful. Seperti, ruang misbar, café boardgame dan juga ruang olahraga yang bersifat tidak kompetitif. Seperti sebagaimana kriteria yang terdapat pada teori third place yang memiliki kriteria playful. Ruangan-ruangan yang terbentuk dirancang dan direncanakan agar setiap pengunjung bisa berinteraksi dengan pengunjung lain maupun dengan program yang sudah ada.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here